Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perkebunan

Mokodongan: Upayakan Harga Tetap Stabil

Memasuki masa panen, harga cengkih terus mengalami penurunan.

Tayang:
Penulis: |
Laporan Wartawan Tribun Manado Rine F Araro

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Memasuki masa panen, harga cengkih terus mengalami penurunan. Hal ini mendapat tanggapan dari pemerintah provinsi Sulawesi Utara.

"Kita akan segera koordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengambil langkah-langkah agar harga cengkih tetap stabil," kata Sekretaris Provinsi Sulut Ir Siswa Rachmat Mokodongan, di kantor gubernur, Jumat (22/6).

Mokodongan mengatakan, pemprov akan meminta disperindag untuk menelusuri apa yang menjadi penyebab harga cengkih yang terus mengalami penurunan. Kata dia, apabila nantinya ada pedagang pengumpul yang melakukan permainan sehingga harga cengkih ini terus turun, maka disperindak akan mengambil langkah yang sesuai dengan aturan yang berlaku. "Kita akan upayakan untuk tetap mepertahankan pada harga yang sudah sesuai dengan keinginan petani," tutur Mokodongan.

Mokodongan menambahkan, pemerintah provinsi pada dasarnya sangat bersyukur kalau terjadi kenaikan harga cengkih. Karena menurut Mokodongan, selama ini harga yang diterima oleh petani cengkih sangat memprihatinkan. "Kalau seandainya masih tetap berada di harga yang diinginkan maka kesejahteraan petani cengkeh akan terwujud," ucap Mokodongan.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Sulut Dr Adri Manengkey. Ia mengatakan, pemerintah akan terus memantau terkait harga cengkih ini. Kalau harganya sampai pada titik terendah, maka menurut Manengkey, pemerintah akan meninjau kembali tentang cengkih yang masuk kategori barang strategis di Sulut. "Yang disebut barang strategis itu adalah barang yang harganya dikendalikan oleh pemprov. Itu ada dalam Peraturan Gubernur No 20 tahun 2010," terang Manengkey.

Menurut Manengkey, dengan pergub tersebut, pemprov bisa saja memberikan nilai lebih terhadap cengkih sehingga tidak terporosok pada harga yang sangat rendah. Ditambahkannya, selain memantau pedagang, pihaknya juga akan memantau pabrikan.

"Kita akan lihat kebutuhan mereka sebanyak apa, dan kemudian kita menentukan untuk mengambil langkah apa selanjutnya," tandas Manengkey.(aro)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved