IHSG
Eksternal Kembali Bakal Tekan IHSG
Tekanan eksternal diperkirakan mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, Jumat (22/6/2012) ini.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Tekanan eksternal diperkirakan mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, Jumat (22/6/2012) ini. Bursa global jeblok semalam, memfaktorkan pemburukan perekonomian di sejumlah negara besar.
Bursa Wall Street mengalami hari terburuk dalam tiga pekan terakhir semalam. Indeks Dow Jones industrial average terhempas 250,82 poin (1,96 persen), Indeks S&P 500 anjlok 2,23 persen, dan Nasdaq jeblok 2,44 persen. Pelambatan pertumbuhan sektor manufaktur secara global mengancam keuntungan perusahaan-perusahaan global. Saham-saham perusahaan energi dan manufaktur juga turun setelah turunnya harga komoditas dan minyak.
Lembaga pemeringkat Mooddy's juga menurunkan peringkat 15 bank terbesar internasional. Kondisi di atas bakal membatasi pergerakan IHSG yang kemarin sudah ditutup turun 42 poin (-1,06 persen) ke level 3,901.78 dengan jumlah transaksi sebanyak 9.37 juta lot atau setara Rp 4.06 triliun.Seluruh sektor kemarin turun.
Secara teknikal menurut riset eTrading Securities, IHSG mengalami penurunan yang cukup sehat di mana penurunan yang yang terjadi masih tertahan di support konsolidasinya. MACD Histogram masih di area positif, stochastic fast sedikit menurun, namun RSI slope masih memberikan ruang gerak yang sehat pada IHSG untuk dapat melanjutkan kenaikannya.
Untuk saat ini IHSG akan bergerak dalam area sideways dengan range tipis 3850-3960. Pada perdangangan hari ini IHSG diperkirakan akan tetap berada di area sideways-nya pada kisaran 3850-3960 dengan sentimen bervariasi. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah BUMI, INDY,DOID dan SGRO.