Breaking News
Senin, 15 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perkebunan

Uang Untuk Beli Motor Tak Ada Lagi

Puluhan pria, wanita, dan anak-anak berkumpul di jalan sambil membahas kejadian semalam

Tayang:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Terpaan angin kencang yang disertai guyuran hujan deras pada Senin (11/6/2012) menjadi awal mimpi buruk bagi puluhan petani cengkeh di Kecamatan Kombi.

Hampir semalaman, daerah yang berada di bagian timur Kabupaten Minahasa ini diterpa angin kencang. Setiap hembusan angin menambah kegelisahan membayangkan buah-buah cengkeh yang bergoyang kuat. Kekhawatiran semakin memuncak saat alam semakin ganas menghebuskan angin. Suara seng rumah yang bergetar terhantam angin membuat tidur tak lagi tenang.

Kekhawatiran ini terus berkecamuk dalam batin sampai sang surya terbit. Belum tinggi mentari beranjak, suasana gaduh di Desa Makalisung mulai terdengar. Puluhan pria, wanita, dan anak-anak berkumpul di jalan sambil membahas kejadian semalam. Seluruh kampung heboh mendengar berita banyak pohon cengkeh yang telah roboh rata tanah.

Jorry Ruata tidak lagi membungkus bekal makanan untuk dibawa ke kebun. Hanya berbekal parang yang diikatkan pada pinggannya, ayah dua orang anak ini langsung berangkat ke kebun. Pria tersebut tak lagi menghiraukan puluhan orang yang berkumpul di jalan. Pikirannya hanya tertuju pada hamparan pohon cengkeh di kebunnya. 15 menit berjalan menyusuri jalan kampung, perasaan gundah semakin berkecamuk dalam benak karena pemandangan memiriskan terpampang didepan mata. Puluhan pohon cengkeh milik warga yang lain nampak telah roboh.

Langkah kaki semakin dipercepat. Setengah berlari, Jorry ingin segera tiba di kebunnya. Tak sampai 10 menit kemudian, kekhawatiran yang menggelayut dalam pikiran sejak malam menjadi kenyataan. Realita yang nampak bahkan lebih buruk dari yang dipikirkan.

Puluhan pohon cengkeh miliknya tumbang rata tanah. Beberapa pohon bahkan tercabut sampai akarnya. Sebagian lagi patah pada pangkal batang. Tak sampai disitu, karena pohon-pohon cengkeh yang masih berdiri juga mengalami kerusakan. Banyak ranting yang telah patah.

"Itu adalah pemandangan yang sangat menyedihkan selama saya menjadi petani cengkeh. Saya tidak pernah membayangkan pohon cengkeh yang sedang berbuah lebat telah roboh karena angin kencang," ujarnya.

Masih tidak percaya pada apa yang dilihatnya, Jorry kembali melangkahkan kaki untuk melihat semua areal perkebunan cengkehnya. Semakin jauh dia melangkah, kegalauan hati semakin bertambah. Bukan hanya pohon tumbang yang mengganggu pikirannya, namun ternyata hampir semua buang cengkeh yang matang telah jatuh ke tanah. Hanya buah cengkeh muda yang masih bertahan pada ranting.

Dari perhitungannya, total kerugian yang dia derita mencapai sekitar Rp 50 juta. Menurutnya, buah yang telah jatuh hampir tidak bisa lagi diselamatkan. Jika diperhatikan, buah yang jatuh saat itu mencapai sekitar 30 persen dari jumlah produksi yang harus didapatnya. Kerugian ini cukup terasa karena dirinya telah memiliki rencana untuk menggunakan uang dari hasil penjualan cengkeh tersebut.

"Uang untuk membeli sepeda motor tidak ada lagi. Buah yang telah jatuh ini seharunya menjadi keuntungan saya, tapi mau apa lagi, semua telah hilang. Memang masih ada buah yang bisa dipetik, tapi hasilnya tidak akan maksimal," ujarnya.

Para areal perkebunan lainnya, Marthen Galag juga nampak masih terpukul melihat puluhan pohon cengkehnya yang juga roboh. Namun suasana berbeda nampak di perkebunan tersebut. Beberapa pria, wanita dan anak-anak nampak memetik buah cengkeh dari pohon yang telah roboh. Beberapa anak-anak juga terlihat memunguti buah cengkeh yang berhamburan di tanah. Walau sedih, orang-orang ini seolah menutupi kegalauan hati dengan bersendagurau. Suara tawa masih terdengar dari kumpulan orang tersebut.

"Mau bagaimana lagi? Manusia tidak bisa menghentikan alam apalagi menghadang angin. Saya dan keluarga hanya bisa menerima kejadian ini. Lebih baik menyelamatkan buah cengkeh yang masih ada dari pada hanya meratapi nasib," ujarnya.

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved