PNS
Proyek Rumah PNS di Minut Terbengkalai
Pembangunan perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Minut di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe menuai masalah
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - - Pembangunan perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Minut di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe menuai masalah. Mulai dibangun sejak 2007 silam, hingga kini belum satu pun PNS tinggal disitu.
Mirisnya lagi, sejumlah PNS yang sudah terlanjur menggelontorkan dana mencicil perumahan tipe 36 itu, tak kunjung merasakan fasilitas tersebut.
Filly Tuwaidan, salah seorang PNS Minut mengaku merasa ditipu. Sejak lima tahun lalu, gajinya dipotong Bank untuk melunasi cicilan rumah. Diawal juga, Filly mengaku telah menyetor uang muka Rp 500 ribu. Namun, hingga kini, Filly belum melihat wujud rumah tinggalnya itu. Selain dirinya masih ada lagi PNS mengalami hal serupa
"Kami merasa ditipu. Uang muka rumah sudah kami bayar Rp9 juta dan gaji kami juga dipotong Rp500 ribu tiap bulan sejak 2007 hingga saat ini, tapi tidak ada kejelasan mengenai rumah tersebut," ucapnya.
Pihak pengembang perumahan pun menurut Filly, ketika dimintai penjelasan malah terkesan menghindar
"Kami sudah mempertanyakan hal ini dan mereka menghindar.katanya mereka jadi kredit macet, sementara kami sudah membayar," tuturnya.
Filly berharap, masalah ini bisa diusut pihak berwajib agar tuntas.
Pantauan Tribun Manado di lokasi perumahan yang berjarak kira-kira 500 meter dari Kantor Pemkab itu telah dibangun puluhan rumah, namun sebagian besar area masih kosong, dan dipenuhi alang-alang.
Di rumah yang sudah terbangun pun sangat memprihatinkan, dengan kondisi tak terawat, tanpa air dan listrik. Tak ada satu pun PNS yang jadi penghuni. Hanya ada sejumlah buruh bangunan menempati satu unit rumah. Mereka kebetulan bekerja di proyek perumahan Green Mountain Vila, di samping lokasi perumahan PNS.
Terpisah, Michael Dotulong Anggota Komisi A DPRD Minut berjanji akan menindak lanjuti masalah. Komisinya berencana akan turun ke lokasi memantau keadaan, kemudian mencari tahu latar belakang kasus tersebut
"Keluhan PNS akan kita tindaklanjuti. Pihak pengembang akan kami panggil mempertanyakan masalah ini,” tandas Dotulong. (ryo)