Ujian Nasional
Rahasia Dibalik Kesuksesan SMP Stella Maris
Awalnya saya agak ciut (gugup) mereka akan berhasil lulus , sebab sebelum ujian nasional dilaksanakan, mereka banyak disibukkan dengan kegiatan
Penulis: |
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON— SMP Katolik Stella Maris Tomohon
mengukir prestasi membanggakan pada tahun 2012 ini. Selain, mampu meluluskan
100 persen 230 siswa yang ikut ujian nasional, sekolah ini juga berhasil meraih
nilai sempurna (10) pada mata pelajaran IPA.
Dari 24
siswa di Kota Tomohon yang mendapat nilai sempurna khusus pelajaran IPA, 9
diantaranya berasal dari SMP Stella Maris. Ke-9 siswa itu, yakni Rinaldy
Kambey, Marcel Montolalu, Stevly Palit, Axel Palar, Gland Rengkung, Jefri
Goni, Natalia Dien, Trinitas Lontoh, dan Patricia Karwur.
“Awalnya saya agak ciut (gugup) mereka akan berhasil lulus ,
sebab sebelum ujian nasional dilaksanakan, mereka banyak disibukkan dengan
kegiatan seperti lomba olah raga, olimpiade science dan seni. Tapi, ternyata
mereka tak terpengaruh, masih tetap berkonsentrasi, dan fokus belajar
menunaikan tugas belajarnya di sekolah,” kata Suster Rita Manuel, Kepala Sekolah SMP
Katolik Stella Maris, Senin (4/6).
Menurutnya,
keberhasilan tersebut tak lepas juga dari matangnya persiapan untuk mengikuti
ujian, yang dimulai sejak September 2011 lalu, dimana seluruh guru dan siswa,
bersama-sama terus mendalami materi pelajaran secara bersungguh-sungguh. “Sebetulnya
September itu, agak terlambat untuk persiapan, sebab biasanya persiapan kami
sejak Agustus. Tapi, saya selalu yakin dan mempercayakan kepada guru-guru,
untuk membimbing seluruh siswa agar belajar lebi giat, tanpa melalui paksaan,”
tegasnya.
Ia mengatakan
hasil yang dicapai seluruh anak didiknya adalah murni, tanpa ada kecurangan,
sebab selama ujian tak ada satupun siswa yang diizinkan untuk keluar ruangan dengan
alas an apapun. “Saat ujian, saya sudah menginstruksikan kepada pengawas, agar
tak ada satupun manusia (siswa) yang keluar ruangan, agar ujian berlangsung
aman dan lancer,” ungkap Rita.
Rita mengaku
sangat bangga sebab tahun ini prestasi menonjol berhasil ditorehkan pada mata
pelajaran IPA, berbeda dengan tahun sebelumnya yang berhasil mencapai nilai
sempurna khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. “Kunci sukses lainnya sehingga kami berhasil
adalah lewat seleksi ketat siswa saat masuk sekolah. Mereka diwawancarai dan
dilihat nilai raportnya, apakah layak atau tidak untuk masuk berkompetisi. Juga
memadainya kompetensi para guru dalam mengjara, karena rata-rata berpendidikan
Sarjana dan Magister, serta telah memiliki sertifikasi,” tegasnya.
Berita Terkait