Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perkebunan

Pembagian Bantuan Bibit Padi Tuai Keluhan Lagi

Bibitnya sudah saya lihat. Tapi pas mau dimintakan, katanya belum ada, nanti tunggu yang hibrida

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor |
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Pembagian bantuan bibit padi ke Petani Desa Laikit kembali menuai keluhan.

Mesar Koloay, Sekretaris Kelompok Tani Nansa Pagi mengaku belum memperoleh bibit padi yang dijanjikan pemerintah. Padahal, ia sudah menyaksikan sendiri wujud bibit padi itu di rumah salah seorang warga

"Bibitnya sudah saya lihat. Tapi pas mau dimintakan, katanya belum ada, nanti tunggu yang hibrida," ujar Koloay kepada Tribun Manado.

Koloay mengatakan, sesuai informasi yang diperoleh, di Desa Laikit tiap kelompok menerima 600 kilogram. Sementara sepengetahuannya, di Desanya, tinggal sedikit kelompok yang aktif, "Dari 10 kelompok, empat yang aktif. Untuk petani yang menanam, pun bisa dihitung dengan jari, saya salah satunya," ujar Koloay.

Lahan pertaniannya pun sudah siap ditanami, sayang terhambat penyaluran bibit. Koloay hanya menakutkan, kejadian seperti tahun-tahun belakangan, padi yang seharusnya disalurkan, malah digiling untuk konsumsi pribadi "Jangan ulang lagi seperti dulu-dulu, kalau ada bantuan ya disalurkan," sebutnya.

Betsy Doodoh, petani dari Kelompok Kadoodan mengatakan,akan menerima bantuan bibit. "Saya akan dapat empat karung (80 kilogram), tinggal mau diambil saja," ujarnya.

Rincinya jumlah di kelompoknya yang menerima, Betsy mengaku tak tahu menahu. Ia pun tak pernah dihubungi mengabarkan pengambilan bibit, atas inisiatifnya ia menanyakan langsung ke kelompoknya.

Sementara, Poli Bolung, Petani lainnya mengaku telah menerima bantuan bibit sebanyak 3 karung masing-masing 20 kilogram. Ia menerimanya tiga pekan lalu. "Sudah saya hamburkan di sawah. Itu sudah mulai bertumbuh," sebut Bolung menunjuk padi miliknya.

Sempat terhenti disalurkan tahun-tahun sebelumnya, Bolung mengaku, ia akhirnya bisa memperoleh bantuan "Ya nanti sudah ribut duluan di media, baru akhirnya disalurkan," katanya.

Fentje Santi, Kepala Badan Penyuluhan pertanian Kecamatan Dimembe mengungkapkan, penyaluran bibit padi akan disalurkan dua tahap. Tahap pertama yang jenis non hibrida sudah disalurkan tiga pekan lalu, langsung oleh perusahaan. Tahap berikutnya bibit hibrida

Khusus untuk kelompok Nuansa Pagi, kata Santi, akan memperoleh bibit padi hibrida "Tunggu saja yang hibrida akan disalurkan," sebutnya.

Ia mengharapkan, apabila petani memiliki keluhan langsung datang ke badan penyuluhan. "Kami akan jelaskan semuanya, supaya jangan ada salah paham," ungkapnya. (ryo)
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved