Gantung Diri di Lembeh
Yongki Sedih Orang Tuanya Tak Hadiri Acara Penamatan SMK
Rencannya Papa dan Mama mau hadir dalam acara penamatan saya dari SMKN 3 Bitung karena sudah lulu Ujian Nasional
Penulis: Christian_Wayongkere |
TRIBUNMANAD.CO.ID, BITUNG - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Mangamba Bawenti di Kelurahan Dorbolaang Lingkungan III Kecamatan Lembeh Selatan, pasca meninggalnya dua anggota keluarga pasangan suami istri Sebedeus Hamise (39) dan Rensi Man (39), karena penganiayaan dan bunuh diri Jumat lalu.
Rasa sedih ditunjukan anak korban Yongki Hamise (18), dimana dirinya tidak bisa merayakan kelulusan dirinya dari SMK 3 Bitung bersama kedua orang tuanya. "Rencannya Papa dan Mama mau hadir dalam acara penamatan saya dari SMKN 3 Bitung karena sudah lulu Ujian Nasional," kata Yongki kepada Tribun Manado.
Sambil tertunduk, pria yang bercita-cita ingan bekerja di kapal sangat terpukul atas kepergian kedua orang tuanya. "Yaaah.. Tidak tau mau bilang apa lagi," tambahnya. Kini bersama dengan sang adik Reva menjadi anak yatim, yang tidak memiliki orang tau. Mereka pun berencana akan tinggal bersama oma mereka. "Mau tinggal bersama oma saja di Kelurahan Dorbolaang, sementara rumah yang berada di kelurahan yang sama dekat pantai akan dikunjungi sesekali," tuturnya.
Sementara itu Sisco kerabat korban lainnya mengaku tidak meyangka akan terjadi hal seperti itu. "Keduanya tidak memiliki masalah apa-apa dalam rumah tangga," kata Sisco. Ia pun mengaku sempat bertemu dengan kedua korban beberapa hari sebelum kejadian terjadi.
"Kemarin dulu saya ketemu dengan mereka berdua, bicara baik-baik dan sama sekali tidak kelihatan ada permasalahan karena kedua korban memiliki sosok yang pendiam," tuturnya.
Terpisah Embo Madi (45) ipar satu diantara korban menuturkan, bahwa korban Sebedeus Hamise memiliki gangguan kejiwaan semasa hidupnya. "Sebedeus memang sudah sejak tahun lalu mengalami gangguan jiwa, dan pernah letas kontrol kemudian dilarikan ke rumah sakit jiwa Manado," kata Madi.
Diceritakannya, penyebab penganiayaan yang Sebedeus lakukan kepada sang istri karena penyakitnya kambuh sehingga tidak mengatahui perbuatannya. "Akhir-akhir ini Sebedeus sudah tidak mau lagi minum obat," tambahnya. Meskipun demikian sang istri tetap kuat dan pantang mundur dalam merawat san suami yang mengidap gangguan jiwa.
"Saya salut kepada istrinya yang tetap semangat menjaga dan mengurus kedua anaknya sampai bisa sekolah dan selesai sekolah," ujarnya. Rensi Man (39) merupakan istri dari Sebedeus Hamise (39) yang tewas akibat penganiayaan yang dilakukan suaminya di perkebunan Kelurahan Dorbolaang Jumat sore. Sementara itu Sebedeus tewas setelah menggantung dirinya dengan seutas tali dikamar rumah mereka di kebun.
Kasus ini sendiri saat ini telah dihentikan oleh pihak kepolisian, karena berdasarkan KUHP jika tersangka meninggal otomatis kasus tidak diteruskan lagi. "Berdasarkan KUHP ps 77, kasus ini tidak bisa diteruskan lagi karena tersangka sudah meninggal dunia," kata.
Kapolsek Bitung Selatan AKP Suntaka. Pihaknya, kini hanya melakukan pemeriksaan saksi untuk keperluan kelengkapan berkas. "Kami tinggal melakukan pemeriksaan saksi untuk kelengkapan beras saja," tandasnya.
Kedua pasangan suami dan istri, dimakamkan diladang pekuburan Kelurahan Dorbolaang Kecamatan Lembeh Selatan Sabtu sore.(crz)