Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Publik

Program Hemat Energi Dianggap Remeh

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, telah menyampaikan pidato gerakan nasional penghematan energi.

Editor:
zoom-inlihat foto Program Hemat Energi Dianggap Remeh
Tribunnews.com/Andri Malau
Hemat energi
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, telah menyampaikan pidato gerakan nasional penghematan energi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/5/2012). Namun, sejumlah pihak menilai, kebijakan itu tidak menjawab permasalahan secara komprehensif di sektor energi.

“Mengomentari pidato Presiden SBY soal program penghematan energi ibarat 'lucu-lucuan' saja. Tidak serius dan tidak mencerminkan kebijakan komprehensif sektor energi. Kalau pidato hanya berupa pengumuman ajakan hemat kenapa harus presiden? Terlalu teknis dan tidak menyeluruh,” sindir anggota Komisi VII DPR, Dewi Aryani, kepada wartawan, Jakarta, Rabu (30/5/2012).

Menurutnya, sebagai ketua umum DEN (Dewan Energi Nasional), Presiden harusnya fokus kepada pembenahan Kebijakan Energi Nasional. Karena sektor energi tidak melulu soal BBM tapi menyeluruh dari berbagai sumber energi itu sendiri.

Karenanya, seharusnya pemerintah segera urgensi sektor energi harus menjadi leading sector berbagai kebijakan pembangunan. Agar berkelanjutan, konstitusional dan benar-benar akhirnya membawa kesejahteraan rakyat.

“Saat ini dalam dokumen negara, Bappenas menyebutkan sektor energi menjadi fokus nomor delapan. Artinya energi belum dianggap sebagai driven force, amat disayangkan" kritiknya.

Lebih lanjut, Dewi meminta Pemerintah berhentilah berwacana dan jangan hanya mengurusi soal pencitraan . Ia mendorong pemerintah melakukan segera revolusi kebijakan sektor energi.

“Program penghematan penggunaan BBM hanya menjadi salah satu parsial sektor energi yang bersifat jangka pendek. Sebagai state atau negara tentunya pemikiran berbagai jangkauan waktu yang harus menjadi fokus,yaitu jangka pendek,menengah dan panjang," katanya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved