Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perikanan dan Kelautan

Nelayan Minta SPBU Nelayan

Nelayan Minahasa Selatan meminta kepada pemerintah dan pertamina untuk mengubah Solar Paket Dealer Nelayan menjadi SPBU.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
zoom-inlihat foto Nelayan Minta SPBU Nelayan
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Sesuai pantauan di lapangan, nampak SPDN sudah ditutup dengan kain, padahal masih tengah hari, pasalnya stok solar sudah habis untuk nelayan, karena banyak permintaan sementara kuota sangat kurang.
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Nelayan Minahasa Selatan meminta kepada pemerintah dan pertamina untuk mengubah Solar Paket Dealer Nelayan menjadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pasalnya sebagian besar nelayan masih menggunakan bensin, sementara yang tersedia di SPDN hanyalah solar, yang notabene digunakan oleh kapal-kapal besar.

"Kami nelayan di sini, paling banyak masih menggunakan bensin sebagai bahan bakar mesin perahu," kata Yanto Weindekam seorang nelayan, Kamis (31/5).

Ia menambahkan, sekali melaut, dirinya menghabiskan sebanyak 150 liter."Kami melaut 3 hingga 4 hari, kadang juga kalau lagi banyak ikan, tiap hari kami pasti melaut," tuturnya.

Diakuinya, untuk mendapatkan bensin di SPBU sangatlah susah, padahal sudah membawa surat izin."Susah sekali kami dapat, apalagi kalau antrean sementara panjang, sering juga kami dimarahi," kata dia.

Tak jarang, mereka harus adu argumen bersama petugas SPBU dulu, sebelum mendapatkan bensin untuk kebutuhan perahunya."Biasa baku marah dulu baru dapat," kata dia.

Untuk itu, mereka sangat mengharapkan, agar pemerintah dan pertamina mengubah menjadi SPBU."Supaya kami lebih mudah untuk mengambil bahan bakar, dan bisa terkontrol," jelas dia.

Sementara itu, Edwin Lonteng Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Minsel mengatakan, sengat mendukung permohonan nelayan tersebut."Supaya kami juga bisa lakukan kontrol," jelasnya.

Ia menambahkan, sangat prihatin dengan kondisi melayan saat ini."Kalau tidak ada bahan bakar bensin, kasihan mereka tidak melaut, dan dampaknya, kebutuhan ikan masyarakat tidak akan terpenuhi," jelas dia.

Lonteng juga berharap agar permohonan nelayan tersebut bisa langsung direspon oleh pemerintah khususnya pertamina."Supaya biosa berkembang, dan para. Nelayan sudah tidak susah lagi mendapatkan bahan bakar untuk melaut," tuturl dia.

Sesuai pantauan di lapangan, nampak SPDN sudah ditutup dengan kain, padahal masih tengah hari, pasalnya stok solar sudah habis untuk nelayan, karena banyak permintaan sementara kuota sangat kurang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved