Perkebunan
Piter Takut Tanaman Cengkihnya Rusak
Ditingkatkannya status Gunung Soputan dari Waspada ke Siaga membuat beberapa warga di desa Maliku was-was.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Ditingkatkannya status Gunung Soputan dari Waspada ke Siaga membuat beberapa warga di desa Maliku was-was panen cengkih mereka tahun ini terancam gagal.
"Kalau memang gunung soputan akan menyembur lagi, kami khawatir tanaman cengkih kami akan gagal panen," jelas Piter warga Maliku, Selasa (29/5/2012).
Menurut pengalamannya tahun 2011, saat soputan meletus, abunya sampai ke desanya."Abu mengarah ke Maliku, sehingga hinggap di pohon cengkih kami yang kebetulan saat itu kami sudah akan panen, akhirnya gagal semua karena buah dan daunnya rontok, bahkan pohon cengkih ada yang mati," kata dia.
Sehingga, kalaupun soputan meletus, ia berharap agar debu Soputan bisa segera teratasi."Kalau Suputan meletus lagi, mudah-mudahan setelah meletus terjadi hujan, sehingga tanaman kami tidak rusak karena debu," jelasnya.
Pasalnya, saat ini juga masyarakat sementara menantikan panen cengkih, bahkan juga sudah ada yang panen."Mudah-mudahan tidak terjadi letusan, supaya kami bisa sukses panen," jelas dia.
Sebagian besar penghasilan warga di desa Maliku berasal dari perkebunan cengkih dan kelapa."Kalau gagal, pastinya pendapatan kami juga akan menurun," ucapnya.
Sementara itu Febry Paendong warga desa Kotamenara mengatakan, hingga saat ini, masyarakat masih beraktifitas seperti biasanya, belum terpengaruh dengan status siaga gunung Soputan."Masyarakat masih melakukan aktifitas seperti biasa, apalagi sekarang musim panen cengkih," tuturnya.