Perikanan dan Kelautan

Coelacanth Manado Makan Sampah Plastik

Hasil pembedahan Ikan Raja Laut ada sampah plastik di dalam perut.

Coelacanth Manado Makan Sampah Plastik - coelacanth_makan_sampah,_foto_fukushima_aquamarine_jepang_3.jpg
DOK AQUAMARINE FUKUSHIMA
Foto ikan coelacanth setahun lalu, dikirim oleh Masamitsu Iwata kepada Angelque Batuna. Terlihat dalam perut ikan ada bungkus plastik makanan ringan. Pada pembedahan Kamis ( 24/5/2012) di Laboratorium DKP, dalam perut ikan coelacanth lainnya juga terdapat plastik dan tissu berserat kenyal.
Coelacanth Manado Makan Sampah Plastik - coelacanth_makan_sampah_plastik,_foto_fukushima_aquamarine_jepang_4.jpg
DOK AQUAMARINE FUKUSHIMA
Foto ikan coelacanth setahun lalu, dikirim oleh Masamitsu Iwata kepada Angelque Batuna. Terlihat dalam perut ikan ada bungkus plastik makanan ringan. Pada pembedahan Kamis ( 24/5/2012) di Laboratorium DKP, dalam perut ikan coelacanth lainnya juga terdapat plastik dan tissu berserat kenyal.

"Hasil pembedahan Ikan Raja Laut ada sampah plastik di dalam perut, ada semacam kain-kain warna putih dan tisu dengan serat yang kenyal" - Prof Alex Masengi, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat.


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ikan Raja Laut atau coelacanth yang ada di perairan Manado dalam kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan pembedahan yang dilakukan atas ikan yang ditemukan, terdapat berbagai sampah di dalam perut ikan purba tersebut.

Angelique Batuna aktivis lingkungan hidup sekaligus anggota Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken mengaku prihatin, Senin (28/5). Melalui surat elektronik ia mengirimkan informasi sekaligus foto ikan purba coelacanth yang ditangkap nelayan dan terlihat ada paparan sisa sampah di tubuh ikan tersebut.

Saat diwawancarai, Angelique mengatakan ikan yang ada di foto tersebut dikirim oleh temannya yang bernama Masamitsu Iwata. Dia merupakan seorang peneliti dari Marine Aquarium Fukushima, Jepang.

"Kata Masa, foto ini dari tahun lalu, dia baru kasih ke saya kemarin (Minggu, 27/5). Ikan tersebut dipancing nelayan di Tetapaan dekat Wawontulap. Kalau sampai daerah sana saja masih ada sampah seperti ini sampai dimakan Raja Laut, bagaimana di Teluk Manado?" Katanya.

Menurut Angelique habitat ikan ini ada di sepanjang Malalayang - Kalasey sampai perairan Amurang dan saat ini sedang terancam. Sekitar 5 tahun lalu peneliti dari Jepang sudah melakukan penelitian tentang Coelacanth Latimeria Menadoensis yang bekerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Fakultas Kelautan UNSRAT.

Selama ini peneliti telah mem-filmkan Coelacanth di daerah Teluk Manado, sepanjang pesisir Malalayang - Kalasey. "Mereka juga punya footage segunung sampah plastik di kedalaman 200 meter di Malalayang pas di samping goa yang ada ikan coelacanth-nya," imbuh Angelique.

Ia menduga sampah-sampah plastik yang melayang-layang di air dimakan ikan ini, dan coelacanth ada di dalam daftar CITES Appendix 1 atau daftar binatang yang paling dilindungi oleh PBB karena keberadaannya dianggap hampir punah. "Bagaimana dengan reklamasi pantai Malalayang - Kalasey? Bagaimana dampaknya terhadap kehidupan ikan-ikan ini? Selamatkan Raja Laut, selamatkan habitatnya dari sampah dan reklamasi," tegasnya.

Prof Dr Alex Masengi Dekan Fakultas Ilmu Kelautan Unsrat yang menjadi koordinator dalam penelitian tersebut, bekerjasama Fukushima Aquamarine Jepang, melakukan pembedahan Ikan Raja Laut yang ditemukan di Amurang pada Kamis (24/5) lalu di laboratorium Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut.

"Hasil pembedahan Ikan Raja Laut ada sampah plastik di dalam perut, ada semacam kain-kain warna putih dan tisu dengan serat yang kenyal," kata Masengi. Fakta tersebut mencengangkan karena selama ini menurutnya coelacanth merupakan ikan jenis karnivora atau pemangsa ikan lain, namun karena laut yang terkontaminasi dengan sampah plastik sehingga ikan ini kemudian berubah menjadi pemakan segala.

Dengan temuan ini pemerintah daerah harus segera membuat perubahan kebijakan, satu di antaranya dengan membuat wilayah-wilayah perlindungan laut. Wilayah laut yang ditengarai menjadi tempat bernaungnya ikan ini diberi tanda dan dibuat payung hukum untuk perlindungan bagi coelacanth. "Selama ini selain sampah ikan langka ini juga terancam banyak yang tertangkap tak sengaja. Kita sudah survei sejak tahun 2004 hingga sekarang, sepanjang Teluk Manado hingga Amurang itu merupakan lokasi Ikan Raja Laut," jelasnya.

Halaman
12
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved