Elpiji
Warga Menduga Isi Elpiji tak Sesuai
Selain langka di pasaran, isi elpiji kemasan 3 kilogram yang beredar belakangan diduga kurang standar.
TRIBUNMANADO.CO.ID, PURWAKARTA - Selain langka di pasaran, isi elpiji kemasan 3 kilogram yang beredar belakangan diduga kurang standar. Sejumlah warga mengeluh karena elpiji lebih cepat habis dibandingkan sebelumnya.
Aep, pedagang makan an di Jalan Kemuning, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (28/5/2012) mengatakan, satu tabung elpiji kemasan 3 kilogram biasanya bisa dipakai untuk memasak 2-3 hari. Namun, kini elpiji habis dalam sehari.
"Indikator tekanan di regulator juga tak setinggi biasanya, sepertinya isinya berkurang seperempat dibandingkan sebelumnya. Padahal, harganya sekarang sudah naik Rp 18.000-20.000 per tabung," ujarnya.
Sejak langka di pasaran, harga elpiji kemasan 3 kilogram di Purwakarta naik dibandingkan sebelumnya Rp 15.000-16.000 per tabung. Sebagian pengecer menjual hingga Rp 23.000 per tabung dengan alasan pasokan terbatas.
"Kami mau tak mau harus beli karena harus memasak dan jualan. Berapa pun kami beli. Sayang, sudah harganya naik, barangnya sulit dicari dan isinya tak sesuai," kata Aep.
Ade Nurjaman, pembuat tahu di Kelurahan Nagrikidul, Kecamatan Purwakarta, menambahkan, akibat pasokan terbatas, dirinya harus berkeliling ke pengecer-pengecer untuk mencari elpiji.
"Jika tak ada elpiji, kami tak bisa membuat tahu, tak ada pemasukan buat keluarga. Jadi, berapa pun harganya pasti kami beli," kata Ade