Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demonstrasi

Warga Kotobangon Buka Blokade Jalan

Warga Kelurahan Kotobangon yang tinggal di Jalan AR Hakim akhirnya membuka blokade jalan

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
zoom-inlihat foto Warga Kotobangon Buka Blokade Jalan
TRIBUNMANADO/EDI SUKASAH
Warga Kelurahan Kotobangon yang tinggal di Jalan AR Hakim akhirnya membuka blokade jalan yang sudah mereka pasang sejak seminggu terakhir ini, Senin (28/5/2012).

Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Warga Kelurahan Kotobangon yang tinggal di Jalan AR Hakim akhirnya membuka blokade jalan yang sudah mereka pasang sejak seminggu terakhir ini, Senin (28/5/2012).

Pembukaan blokade tersebupt setelah ada kesepakatan antara Pemkot Kotamobagu dengan warga yang tingga di sepanjang jalan tersebut. Senin pagi itu, mereka melakukan pertemuan di Kantor Kelurahan Kotobangon.

Puluhan warga datang ke kantor kelurahan tersebut. Hadir dari pihak Pemkot Kotamobagu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sande Dondo, Kepala Dinas Tata Kota Alex Saranung, Plt Camat Kotamobagu Timur Tony Ponongoa dan pihak kelurahan setempat.

Penatua Lucky Suwardjo, tokoh di Kotobangon, mengatakan warga setuju untuk membuka blokade asal kesepakatan yang telah dinyatakan pihak pemkot disepakati. "Mereka berjanji untuk melakukan penyiraman jalan dua kali dalam sehari agar tidak terjadi debu," kata dia.

Dia menyadari kalau untuk pengaspalan hotmix memang memerlukan proses seperti tender yang tidak bisa dilakukan satu atau dua hari. Lucky mengatakan, komunikasi yang terhambat sehingga pemblokiran tersebut.

"Yang kami inginkan adalah, jalan ini jangan sampai mengganggu kesehatan karena debunya yang banyak. Sayangnya, komunikasi tersebut tidak sampai ke pemerintah lebih tinggi," kata dia.

Beberapa ibu rumah tangga (IRT) menyatakan hal yang sama. Bagi mereka yang terpenting adalah terhindar dari terpaan debu. Namun, justru Pemkot Kotamobagu, kata dia, tidak tanggap dengan hal tersebut.

"Dengan ada pembicaraan tadi, masalahnya kan menjadi jelas. Sekarang yang kami tunggu ada pengaspala tersebut. Dan selama belum diaspal, kami minta pihak Pemkot Kotamobagu melakukan penyiraman," ujar seorang perempuan yang enggan disebutkan namanya.

Pantauan Tribun Manado, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotamobagu tampak menyingkirkan barang-barang, seperti batu, kayu dan batang pohon yang menghalangi jalan. Sementara petugas pemadaman kebakaran dari Distakot sibuk menyiram air. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved