Tokoh

Kata-kata Jusuf Kalla Menginspirasi Kami

Tampil selama satu setengah jam, JK memukau peserta seminar. Berbagai hal seputar masalah kepemimpinan dan kompleksitasnya dikupas tuntas

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jusuf Kalla (JK) memukau lebih dari 200 peserta seminar bertajuk The Dancing Leader yang digelar jaringan radio ternama Smart FM. di Grand Ballroom Hotel Sintesa Peninsula Manado, Senin (21/5).

Acara yang digelar Smart FM dalam rangka HUT ke-16 menghadirkan pakar komunikasi politik Effendy Ghozali sebagai moderator. Para peserta datang  dari berbagai kalangan mulai dari politisi, birokrat, pebisnis hingga mahasiswa dari beberapa Universitas di Sulawesi Utara. Acara dibuka dengan penampilan apik Unklab Choir yang membawakan medley lagu-lagu daerah Sulawesi Utara.

Tampil selama satu setengah jam,  JK memukau peserta seminar. Berbagai hal seputar masalah kepemimpinan dan kompleksitasnya dikupas tuntas. Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, JK mampu menjelaskan setiap persoalan serta solusi dangan bahasa yang mudah dimengerti.

Menurut JK, pemimpin adalah seseorang yang memiliki tujuan dan mampu mempengaruhi orang lain. "Dia harus bisa meyakinkan orang lain menuju tujuan yang ditetapkannya," ujarnya. Untuk itu penting bagi pemimpin untuk bertindak sesuai ucapannya. "Jika pemimpin mengatakan jangan korupsi, tapi ia sendiri korupsi maka ia tidak akan didengar," katanya memberi contoh.

JK menjelaskan perbedaan antara pemimpin dan koordinator. Seorang pemimpin harus tegas mengambil keputusan, berani mengambil risiko dan bertanggung jawab atas keputusannya. "Kalau koordinator sering meyalahkan anak buahnya," tuturnya.

Selain itu kualitas seorang pemimpin diuji ketika ia mengambil keputusan yang tidak populer. Ia memberi contoh  saat memimpin mengambil kebijakan mengganti subsidi mitan (minyak tanah) dengan gas elpiji. Kebijakan ini tidak populer. "Namun dengan perhitungan yang cermat, saya mengambil langkah berani mengganti mitan dengan gas elpiji demi menyelamatkan APBN," ujarnya. Awalnya masyarakat protes lewat aksi demo, namun kini kebijakan itu telah dirasakan manfaatnya. Rakyat lebih dimudahkan dengan elpiji. Dalam waktu singkat jumlah pengguna gas elpiji  mencapai 85 persen. "Banyak negara mencontoh Indonesia," kata Jusuf Kalla. JK menyatakan sebuah negara perlu kepemimpinan yang kuat. Ia memberi contoh China. Di bawah kepemimpinan yang kuat negara tirai bambu ini dapat mencapai kemajuan pesat dalam waktu relatif singkat.

"Banyak negara demokratis yang tidak maju- maju karena pemimpinnya lemah dan tidak mau ambil risiko," ucapnya.  Dalam sesi dialog JK pun menjawab beragam pertanyaan peserta dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Di akhir acara JK menerima cinderamata berupa karikatur bergambar JK yang diserahkan
Chairman Smart FM Network Fachry Mohamad. Fachry menyatakan sengaja mengundang JK karena dia adalah tokoh yang memiliki kapasitas sebagai pemimpin sekaligus enterpreneur. "Dia dapat memberi inspirasi kepada masyarakat," tuturnya. Hal itu, kata Fachry  sejalan dengan visi Smart FM sebagai media pemberi semangat bagai bangsa.

JK ternyata cukup populer di kalangan mahasiswa Sulawesi Utara. Hal itu terlihat dari banyaknya mahasiswa yang ingin foto bersama dengan mantan Wapres RI ini. Begitu seminar berakhir, puluhan mahasiswa dan mahasiswi langsung mengejar JK. Selain bersalaman, mereka minta foto bersama. Permintaan itu dilayani JK dengan ramah. Sekitar lima hingga enam orang berbaris di sisi JK. Kilatan cahaya blitz pun berpendaran. Para mahasiswa tampak puas bisa foto bersama sang idola. Salah satunya Ria Rilia dari Universitas Della Salle. Datang bersama  rekan rekannya dari Campus Hi Tech Community. Ria senang dapat melihat JK secara langsung. "Selama ini hanya lihat di TV," tuturnya.

Wolter Melope, mahasiswa Unklab juga merasakan hal yang sama. "Baru kali ini saya melihatnya secara langsung," katanya. Momen itu sangat istimewa bagi Wolter karena selain melihat ia juga dapat mendengar secara langsung visi mantan Wapres. "Kata-katanya sangat menginspirasi kami," demikian Wolter. (*)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved