Perkebunan
Pemanfaatan Maksimal Kelapa di Sulut pada Era 1990-an
Dulu itu baru hanya sebatas manfaatkan dari buahnya saja
Agus Waluko, Peneliti Muda Bidang Sejarah Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Sulutenggo menuturkan, pohon kelapa di Sulut ada banyak jumlah pohonnya, tidak heran daerah ini pun dijuluki Nyiur Melambai, tetapi bagi warga setempat, pohon kelapa belum banyak dimanfaatkan.
"Dulu itu baru hanya sebatas manfaatkan dari buahnya saja," katanya kepada tribunmanado.co.id, di ruang kerjanya yang kala itu mengenakan kaus berkerah biru, Rabu (16/5/2012).
Diingat olehnya sejak masa silam, kelapa itu hanya untuk makan dan bahan baku untuk energi penerangan lampu dan untuk pengolahan masakan. Belum sampai dimanfaatkan secara maksimal dari daunnya sampai batang pohonnya.
"Saya ingat tahun 60-an itu minyak kelapa digunakan untuk bahan bakar lampu. Karena dulu itu minyak tanah belum banyak yang pakai, jadi masih ada warga pakai minyak kelapa," ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat memasuki dekade tahun 1990-an, pohon kelapa ternyata banyak yang melirik, dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan bagi industri keratif. Dibuat untuk produk furniture, barang cenderamata, dan asesoris properti.
"Seingat saya itu, mulai bergairah pemanfaatan kelapa saat diluncurkan program visit Indonesia year di tahun 1990-an," kata Agus. (bdi)