Liga Champion
Drogba Belajar dari Pengalaman Liga Champion Moskow
Didier Drogba akan melakoni laga ke-75-nya di Liga Champions.
Pada laga final itu, laga berakhir imbang 1-1. Namun, "The Blues" harus menyerah dalam drama adu penalti dengan skor 5-6. Selain itu, Drogba juga memiliki pengalaman pahit. Dia diusir keluar lapangan karena menampar wajah Nemanja Vidic.
"Itu adalah momen yang sulit buat saya dan juga klub. Sejak itu, kami memainkan banyak pertandingan dan memenangi banyak piala dan memenangi liga, dan sekarang ini menjadi satu kenangan yang tak dapat saya lupakan namun pada saat yang sama ini akan menjadi masa lalu," katanya seperti dilansir situs resmi klub.
"Sekarang saya hanya akan menatap laga ini dan saya sangat senang kembali berada di final Liga Champions. Moskow bagi Chelsea adalah pengalaman dan kami banyak belajar dari sana," tambahnya kemudian.
Setiap final Liga Champions merupakan laga yang istimewa bagi pemain berusia 34 tahun itu. Saat muda, Drogba mengatakan bahwa dirinya selalu menonton laga final Liga Champions di televisi.
Kini, semua kembali menjadi kenyataan yang indah karena dia bisa bersama-sama dengan Chelsea maju ke laga final kompetisi terelit di Eropa ini.
"Saya sangat bahagia karena kami sekarang berada di final Liga Champions dan ini fantastis karena kami pantas berada di sini. Tak seorang pun yang mengira di awal musim namun saya pikir kami telah melakukan segalanya untuk mencapai final dan sekarang kami akan memberikan apa pun juga untuk memenanginya," tuturnya.
Drogba sudah mencetak 38 gol di Liga Champions dan manajer Bayern Muenche, Jupp Heynckes mengakui bahwa pemain asal Pantai Gading itu memiliki naluri memburu gol di laga mana pun. Dia juga mengatakan bahwa Drogba bisa menjadi aktor yang sangat mencengangkan di lapangan. Namun, Drogba menampiknya.
"Saya tidak berpikir demikian, bukan. Merekalah yang memiliki manajer yang hebat dengan banyak pengalaman dan dia melakukan sesuatu yang hebat di Bayern Muenchen. Saya menghormatinya dan itu saja yang dapat saya katakan," tandasnya kemudian.