Tawuran
Jumat, Warga Imandi Serahkan Sajam
Sebelum pelaksanaan operasi, kami melakukan pendekatan persuasif.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,
BOLMONG - Setelah warga Desa Tambun, giliran warga Kelurahan Imandi,
Kecamatan Dumoga Barat, berencana akan menyerahkan senjata tajam (sajam)
kepada pihak aparat keamanan, Jumat (18/5/2012). Setelah itu menyusul
beberapa desa lainya di daerah Dumoga yang kerap bertikai.
Demikian Pelaksana Tugas (Pjs) Kepala Polsek Dumoga Timur, AKP
Effendy Tubagus, utarakan, Kamis (17/5/2012). "Informasi yang sudah kami
terima, warga Tonom dan Ibolian juga akan menyerahkan sajam milik
mereka," ujar Effendy.
Dikatakan, operasi penertiban senjata tajam, minuman keras dan
knalpot yang kerap menjadi pemicu pertikaian antar kampung di Dumoga
akan segera dilaksanakan. Namun, sebelumnya pihak aparat keamanan
melakukan pendekatan secara persuasif.
"Sebelum pelaksanaan operasi, kami melakukan pendekatan persuasif
sehingga pada hari H operasi tidak ada komplain dengan alasan karena
sosialisasi dan tenggang waktu yang dibrikan sudah cukup," jelas dia.
Efendy mengatakan, pihak aparat keamanan dan warga Kelurahan Imandi
mengadakan pertemuan terkait operasi penertiban tersebut, Rabu
(16/5/2012). Satu di antara yang mengemuka pada pertemuan tersebut
adalah warga Kelurahan Imandi masih minta penundaan operasi.
"Dalam pertemuan tersebut, masyarakat meminta agar batas waktu
penyerahan sajam, miras dan knalpot bising yang diberikan oleh tim
terpadu diperpanjang sampai hari Sabtu (besok)," kata Effendy.
Rencanaya,
operasi darurat berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1952,
tentang larangan kepemilikan bahan peledak, senjata tajan, dan senjata
api tanpa izin, akan dilakukan pekan ini juga. Bahkan, pos di
perbatasan daerah Lolayan-Dumoga telah berhasil menyita sejumlah minuman
keras golongan B sejak pekan lalu.
Sebagian warga Desa Pinonobatuan atau Tambun, Kecamatan Dumoga
Timur, telah menyerahkan sejumlah senjata tajam dan juga senjata api
rakitan ke Polsek Dumoga Timur, Selasa (15/5/2012) lalu. Ada luma
tombak, enam golok dan satu senjata api rakitan yang mereka serahkan
saat itu.
Sebelumnya, tim terpadu yang terdiri dari unsur Polri, TNI dan
Pemkab Bolmong telah mengimbau masyarakat untuk menyerahkan senjata
secara sukarela. Tim tersebut memberi tenggat penyerahan sajam pada
tanggal 15 Mei lalu.