Sosok

Penting Awasi APBD

Menolong orang sudah seperti panggilan jiwa..Apalagi manusia hidup didunia hanya sementara sudah sepatutnya saling membantu tanpa pamrih

Penting Awasi APBD
TRIBUNMANADO / YUDITH RONDUNUWU
TRIBUNMANADO.CO.ID, MAKASSAR - SEBAGAI satu-satunya personil pria di LSM Swaraparangpuang Sulawesi Utara (Sulut), Ismail Husen (46) tak hanya mengikuti program. Setiap ada kegiatan, pria asal Arakan Minahasa Selatan ini, selalu terlibat langsung di lapangan, termasuk ikut mendampingi saat mengadvokasi korban pemerkosaan, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan lainnya.

"Menolong orang sudah seperti panggilan jiwa..Apalagi manusia hidup didunia hanya sementara sudah sepatutnya saling membantu tanpa pamrih," kata pria kelahiran 14 Mey 1966 ini kepada Tribun Manado.

Disisi lain, dalam panggilan jiwanya itu, pria yang akrab disapa Om Mae ini menyatakan, sangat tidak suka melihat perilaku menyimpang pemerintah seperti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. "Karena itu memang penting untuk mengawasi APBD karena dana APBD itu dari uang rakyat harusnya digunakan untuk kepentingan rakyat bukan untuk beli mobil dinas pemerintah atau digunakan kepala daerah untuk berfoya-foya," ungkap Om Mae yang saat ini menjadi salah satu utusan Sulut dalam pelatihan analisis dan penelusuran anggaran Organisasi Masyarakat Sipil di Malino, Sulawesi Selatan.

Saat inipun bersama personil LSM perempuan lainnya, Om Mae sedang memperjuangkan alokasi anggaran untuk visum korban pemerkosaan atau KDRT supaya dianggarkan dalam APBD. "Kasus-kasus harus terselesaikan..harus tuntas supaya ada efek jera. Sedangkan selama ini visum selalu menjadi kendala karena anggaran karena itu kami berharap pemerintah peduli hal ini karena efeknya ke masyarakat sangat besar," ungkap ayah 5 anak ini.(yudithrondonuwu)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved