Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pesawat Jatuh

"Papa Sayang Kamu Nak..."

Melisa Nia Tiwatu (21) putri tunggal Steven Kamagi, satu diantara penumpang Sukhoi superjet 100 yang menabrak gunung salak Jawa Barat

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
zoom-inlihat foto
IST
Melisa Nia Tiwatu

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Melisa Nia Tiwatu (21) putri tunggal Steven Kamagi, satu diantara penumpang Sukhoi superjet 100 yang menabrak gunung salak Jawa Barat kini terus diselimuti perasaan cemas, dan terus berdoa akan kabar dari ayahnya. Kepada Tribun Manado ia mengatakan sangat terkejut dan kuatir saat mengetahui kabar hilangnya pesawat milik Rusia yang di tumpangi ayahnya beberapa hari yang lalu.

"Mama yang beritau kalau Papa berada dalam pesawat Sukhoi, Kamis pagi," kata. Melisa, Sabtu (12/5). Menurut mahasiswi Stie Eben Heazar smester 8 jurusan Akuntansi perpajakan, hingga saat ini masih terus menerus memikirkan keselamatan sang ayah melalui doa yang dipanjatkannya dari tempat ia bermukin saat ini di rumah milik Omanya keluarga Ukus Tiwatu, kelurahan Teling atas lingkungan 3 Kecamatan Wanea.

"Sangat kuatir, dan hanya bisa pasrah kepada Tuhan saat mengetahui kalau kondisi kapal yang Papa naik menabrak gunung," katanya sambil menitihkan air mata. Ia pun masih mengingat saat terakhir melakukan komunikasi dengan sang ayah, saat sang ayah berada di Jakarta. "Terakhir komunikasi dengan Papa dua Minggu lalu, dan Papa bilang mau pulang ke Manado," ujarnya.

Bersama dengan keluarganya di kediaman Ukus Tiwatu, Melisa nampak sedih dengan peristiwa yang harus dialami keluargannya. "Sedih memang, tapi mau bagaimana mungkin memang sudah seperti ini jalannya, saya hanya boleh berdoa untuk yang terbaik buat Papa," kata dia.

Sosok seorang Steven Kamagi dimata Melisa tak henti-hentinya dikenang, ini sebagaimana yang ia ceritakan terkait kenangan indah bersama sang Ayah tercinta saat di Manado. "Waktu itu tahun 2008 ada pasiar di pengucapan Tondano bersama dengan keluarga besar. Itu saat yang tidak terlupakan bersama Papa," ceritanya.

Dan yang membuatnya terus menerus mengingat ayahnya, jika keduanya melakukan komunikasi via HaPe dimana diakhir pembicaraan sang ayah selalu mengucapkan kata-kata sayang kepada Melisa. "Setiap Papa telpon, sebelum tutup telpon Papa pasti bilanag papa sayang kamu nak," ucapnya.(crz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved