Razia
Polres Bitung Periksa Tempat Kos
Pasca lolosnya puluhan Imigran asal Afganistan dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado beberapa waktu lalu Polres Bitung
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
TRIBUNMANAD.CO.ID, BITUNG - Pasca lolosnya puluhan Imigran asal Afganistan dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado beberapa waktu lalu Polres Bitung tidak tinggal diam. Pasalnya sejak kaburnya para imigran tersebut semua jajaran polres Bitung melakukan pengawasan disemua sudut di kota Bitung untuk mengantisipasi masuknya para Imigran tersebut ke kota Bitung untuk melarikan diri. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Kapolres Bitung AKBP Satake Bayu SIK melalui Kabag humas AKP Laurens Wuisan kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya. "Ini atas perintah Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy, agar semua pintu keluar di Bitung harus ditutup," Wuisan Rabu (9/5). Dijelaskannya pihaknya telah menempatkan personil disejumlah titik yang menjadi akses untuk kaburnya para imigran gelap melalui kota Bitung. "Pelabuhan merupakan akses utama keluarnya mereka dari kota Bitung untuk melarikan diri lebih jauh lagi," tambahnya. Lanjutnya selain pelabuhan Bitung khusus untuk jajaran Satuan lalu lintas Polres Bitung, akan fokus pada kendaraan yang masuk ke kota Bitung dengan melakukan pemeriksaan dan pengawasan. "Kendaraan yang masuk dari arah Minut dan Manado akan dicek apakah ada para Imigran gelap didalamnya untuk diamankan," kata dia. Menurutnya langkah yang diambil oleh jajaran Polres Bitung perlu mendapat topangan dari berbagai pihak termasuk warga dan pemerintah setempat, agar segera melaporkan kepada pihak pala dan RT kemudian diserahkan kepada polisi. "Kami juga masuk ke tempat yang dicurigai seperti tempat kos, penginapan dan hotel. Dan kepada warga apabila mencurigai ada warga asal Afganistan harus melaporkan," tandasnya.(crz)