Sosok

Lawalata: Menjadi Yang Terdepan

Cantik dan elegan, itulah kesan pertama saat melihat seorang pramugari.

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Cantik dan elegan, itulah kesan pertama saat melihat seorang pramugari. Banyak pasang mata menatap dengan kagum saat melihat para pramugari ini menarik kopernya, penampilan yang menarik, murah senyum, ramah dan anggun, ternyata adalah wanita perkasa.

Sebagai awak kabin pramugari memiliki tanggung jawab yang besar terhadap keselamatan penerbangan dan harus selalu menjadi yang terdepan untuk melindungi para penumpang. Pendapat tersebut dilontarkan oleh pramugari cantik perusaan Garuda Indonesia, Meita Lawalata.

“Saat pesawat mendarat darurat lalu kemudian crash, pramugarilah yang bertanggung jawab menyelamatkan penumpang. Meskipun ada potensi pesawat meledak, itu bukanlah menjadi alasan pramugari untuk lari menyelamatkan diri, karena pramugari harus menjadi yang terdepan menyelamatkan penumpang, ” ujarnya

Wanita kelahiran Manado, 22 Mei 1973 ini, mengatakan, awalnya ia merasa takut menjadi pramugari karena resikonya berat.

“setelah menjalani, akhirnya saya menikmati profesi ini, meskipun berisiko tetapi saya bersyukur selama menjalani tugas selama 7 tahun menjadi pramugari, saya tidak ada pengalaman buruk di pesawat. Apalagi sebelum lepas landas para kru, staf dan pramugari mengadakan rapat untuk mempersiapkan keamanan untuk dan keselamatan, “ ujar alumni SMA Negeri 2 Manado

Meita mengatakan, pramugari adalah seorang yang multitalent, sabar dan harus memiliki sikap yang ramah terhadap penumpang.

“sebagai pramugari saya bisa menjadi banyak karakter seperti dokter, perawat, psikolog. Selalu menawarkan bantuan "What can I do for you..." kepada para penumpang dan harus bisa menenangkan penumpang pada saat pesawat dalam keadaan darurat, ” istri Max Wungkana

Meita mengatakan, selain memiliki tanggung jawab yang besar , banyak keuntungan juga yang diperoleh saat menjadi seorang pramugari karena ia pernah keliling Eropa, Asia dan Amerika.

“Banyak keuntungan diperoleh ketika saya menjadi pramugari international flight karena bisa membuka dan memperluas wawasan, dapat mempelajari budaya baru dari negara-negara yang dikunjungi. Apalagi kalau bertemu dengan penumpang suku bangsa lain, bisa belajar budaya mereka. Saya jugamemperoleh kesempatan untuk cuti sekeluarga dengan pesawat terbang ke dalam dan luar negri secara gratis, “ ujar wanita yang hobi membaca. (jhp)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved