PMI
Darah Lewati Seleksi Ketat
Sosialisasi tentang donor darah perlu diperluas.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Sosialisasi tentang donor darah perlu diperluas. Masalah ini menjadi satu di antara minimnya pendonor darah sukarela. Demikian Kepala Tata Usahha PMI Bolmong, Misi Yunus, katakan, Senin (7/5/2012).
Yunus menambahkan, persoaln yang kerap muncul adalah image bahwa pendonor itu harus dari keluarga terdekat. "Image tersebut harus dihilangkan. Masyarakat harus paham jika tak masalah menerima donor darah dari orang lain," kata Yunus saat ditemui di Kantor UDD PMI Bolmong.
Dia memastikan, darah dari PMI itu sehat. Seleksi terhadapa empat penyakit menular yakni Hepatitis B dan C, Sipilis serta HIV/AIDS dilakukan dengan ketat. Alhasil, darah dari PMI aman.
Catatan dari PMI Bolmongg, orang yang paling sering mendonorkan darahnya adalah Donny Eka Winoto, manajer di sebuah perusahaan swasta, dengan jumlah 123 kali. Kemudian, Salmihum, seorang pensiunan guru dengan jumlah 75 kali mendonorkan darahnya.
Rekor Salmihum bisa saja tersusul Imam Santoso, anggota Polri yang bertugas di Polsek Passi, Bolmong. Ini karena, Salmihum sudahh tidak aktif lagi mendoorkan darah. Saat ini, Imam Santoso 'baru' 50 kali mendonorkan darahhnya.