Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ujian Nasional

Mereka Ikut Ujian Nasional Di Balik Jeruji

Mereka merupakan terpidana anak yang masih harus menjalani hukuman akibat perbuatan melanggar hukum

Editor: Andrew_Pattymahu
Shutterstock Ilustrasi


TRIBUNMANADO.CO.ID-
Mereka merupakan terpidana anak yang masih harus menjalani hukuman akibat perbuatan melanggar hukum. Namun, tak berarti masa depan mereka harus kandas di balik jeruji besi. Meski terkurung dalam penjara, sebagai anak-anak yang punya masa depan mereka juga berhak mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan dan ikut ujian nasional tingkat SD.

Darpin (12), warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Pria Tangerang, tampak tenang saat mengisi lembaran kertas ujian yang berada di depannya, Senin (7/5). Terpidana enam tahun penjara akibat pelecehan seksual itu dengan tekun mengerjakan soalsoal ujian.

”Tidak ada kendala mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Apa yang sudah dipelajari selama ini ada dalam soal-soal yang diujikan hari ini. Persiapan ujian sangat baik sehingga saya tidak ada hambatan mengerjakan satu per satu soal yang ada,” kata Darpin.

Seperti anak kelas enam SD lainnya, Darpin mengikuti ujian dengan mengenakan seragam putih merah. Yang membedakan, Darpin mengerjakan soal di salah satu ruangan yang tak jauh dari sel tahanan, tempat dia bermukim selama tiga tahun terakhir.

Sejak menghuni Lapas, Darpin harus meninggalkan sekolahnya di salah satu SDN di Kabupaten Tangerang. Ia dan anak usia sekolah dasar lain penghuni Lapas Anak diberi kesempatan bersekolah selama mereka menjalani hukuman.

Darpin adalah salah satu dari delapan terpidana yang diberi kesempatan mengikuti UN tingkat SD mulai Senin (7/5) hingga Rabu (9/5). Sama seperti siswa SD lainnya, ujian dijaga ketat pengawas dari sekolah lain dan staf Lapas.

”Semua peserta ujian di Lapas Anak ini ikut ujian. Tak ada yang sakit atau izin,” kata Ketua Panitia UN SD Istimewa di Lapas Anak Pria Tangerang Agus Nurhasan.

Agus mengatakan, peserta ujian, di antaranya terpidana pencurian, narkotika, pelecehan seksual, dan pembunuhan. Mereka mengikuti ujian sesuai jadwal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka harus mengikuti UN mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. ”Biarpun mereka ini SD khusus, ujian mereka, termasuk soal-soalnya, sama seperti SD lainnya,” papar Agus.

Di Lapas Anak terdapat 238 tahanan. Sebanyak 32 orang siswa SD, siswa SMP 50 orang, siswa SMA 80 orang, dan sisanya 76 orang putus sekolah. UN SMA untuk peserta didik dari Lapas Anak akan dilaksanakan Juni mendatang bersamaan dengan Kejar Paket C.

Dinas Pendidikan Kota Tangerang mencatat, UN tingkat SD dan sederajat diikuti oleh 30.842 siswa, termasuk Darpin dan tujuh temannya sesama penghuni Lapas. Mereka diujikan di 698 SD negeri, swasta, dan madrasah ibtidaiyah se-Kota Tangerang.

Hidup dalam lingkungan penjara bukan berarti anak didik belajar seadanya untuk persiapan mengikuti ujian. Kepala Sekolah SD Istimewa Lapas Anak Pria Tangerang Sino mengatakan, persiapan UN yang dilakukan sama seperti persiapan oleh anak-anak sekolah di luar lapas. ”Persiapannya seperti biasa, sebelumnya dilakukan pengayaan dan try out sebanyak lima kali,” kata Sino.

Berada dalam kurungan tidak berarti mereka tertinggal dalam pelajaran. Sino mengatakan, dari 8 peserta UN tahun 2011 lalu semuanya lulus 100 persen.

Kepala Seksi Pembinaan Lapas Anak Pria Tangerang Bagus Sumartono berharap, warga binaannya yang ikut ujian ini bisa lulus sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke SMP setelah bebas nanti.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved