Elpiji
Mentu Imbau Warga Optimalkan Elpiji
Menggunakan elpiji itu sangat efisien, bersih, hemat dan ekonomis.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Max Mentu, Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Tomohon mengimbau seluruh warga, mengoptimalkan pemakaian tabung elpiji 3 Kg yang telah dibagikan saat program konversi dari minyak tanah ke gas tahun lalu. Sebab, warga tak bisa lagi mengantungkan kebutuhan bahan bakarnya pada minyak tanah subsidi, akibat telah hilang dari peredaran.
“Menggunakan elpiji itu sangat efisien, bersih, hemat dan ekonomis. Sangat aman juga, yang penting digunakan sesuai petunjuk, jangan lalai,” jelas Mentu, kepada Tribun Manado, Selasa (8/5/2012).
Ia mengungkapkan dengan tak beredarnya minyak tanah subsidi, mau tidak mau masyarakat harus mengoptimalkan pemakaian elpiji, sebab jika tetap memaksakan menggunakan minyak tanah, pasti pengeluaran lebih banyak. “Di Tomohon, minyak tanah memang ada, tapi yang non subsidi dengan harga mencapai Rp 11 ribu per liternya,” ungkapnya.
Menurut Mentu, kesadaran warga untuk menggunakan elpiji, dan mengurangi minyak tanah sudah sangat tinggi di Tomohon. Indikasinya bisa dilihat dengan beredarnya sekitar 42.013 tabung per bulannya di masyarakat. “Di Tomohon yang mendapat paket elpiji hanya 22 ribu kepala keluarga, tapi tabung yang berhasil terpakai mencapai 43 ribu lebih. Ini membuktikan mereka memang mulai yakin menggunakan elpiji,” tuturnya.
Pemerintah Kota Tomohon kini kata Mentu akan mengajukan permintaan ke Dirjen Migas di Jakarta, untuk menambah kuota 5 ribu paket bagi warga yang belum mendapatkannya waktu lalu. “Surat permintaan penambahan sudah ditandatangani Pak Wali Kota, tinggal dibawa saja. Mudah-mudahan cepat direalisasikan oleh Dirjen Migas,”tegasnya.
Khusus harga tabung elpiji 3 Kg sendiri di Tomohon katanya masih bervariasi pada kisaran Rp 16 hingga Rp 18 ribu, belum ada penetapan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah provinsi. “Normalnya harga tabung elpiji 3 Kg hanya 12.750, dengan syarat berjarak 60 Km dari stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Tapi, karena belum ada HET dan jarak antar kabupaten/kota berbeda, maka harganya bervariasi,” tukas Mentu.