Premier League
Evra : Perburuan Juara Belum Berakhir
Bagi Patrice Evra, bukan berarti kiamat kalau Manchester United gagal menjuarai Premier League.
MU telah melewatkan kesempatan emas mempertahankan gelar kampiun Inggris setelah membuang keunggulan delapan poin saat laga tinggal tersisa enam partai. Manchester City menyalip dan jadi kandidat juara Liga Inggris untuk kali pertama dalam 44 tahun. Berikut penuturan Evra yang disarikan dari The Mirror.
Apa yang terjadi jika MU gagal menjadi juara Inggris?
Banyak orang menilai hal itu akan jadi akhir dari sebuah era. Tetapi, kehidupan kami akan terus berlanjut.
Sebenarnya apa yang terjadi pada MU?
Banyak talenta yang dimiliki MU dan kami harus menyelesaikan problem pemain-pemain cedera. Kami juga kehilangan beberapa pemain berpengalaman pada musim panas tahun lalu. Memang tak mudah menemukan solusi secara cepat, tapi bukan berarti segalanya telah selesai. Kami sempat unggul delapan angka ketika tinggal lima pertandingan lagi. Sekarang, poin kami sama dengan City.
Apa yang Anda rasakan saat ini?
Tahu, kan, apa artinya kalau bermain untuk MU? Kami cinta klub ini dan kami semua kecewa.
Evra merasakan kekecewaan itu karena "Setan Merah" bakal bertangan hampa tanpa trofi menjelang kompetisi berakhir. Itu hanya terjadi lima kali dalam rentang 23 tahun terakhir.
Perasaan Anda ketika pertandingan berakhir?
Kami tak hanya ingin pulang dan menikmati kehidupan masing-masing. Ketika Anda berdiri sebagai pemain MU, kesedihan akan Anda rasakan dalam seluruh kehidupan, bukan hanya ketika di lapangan.
Setelah kalah dari City dua pekan lalu...
Saya tak malu mengakui, perasaan saya berkecamuk tak karuan dan sulit tersenyum. Kami semua sedih dan kecewa.
City jadi kandidat terkuat jadi juara Inggris dan MU akan bertandang ke Sunderland pada pertandingan terakhir. Komentar Anda?
Yang pasti kami tak mati. Itu hal penting yang harus diingat. Banyak yang telah saya alami selama berkarier sepak bola. Jadi, kenapa harus terkejut?
Ada yang ingin Anda sampaikan?
Perburuan gelar juara belum berakhir. Tetapi, sangat menyakitkan kalau mengingat kami pernah unggul delapan poin dan membiarkan City kembali berpacu dalam pacuan trofi Premier League.