Penerbangan
Bandara Samrat Manado Akan Diperluas
PT Angkasa Pura I tengah membenahi ragam fasilitas pendukung Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - PT Angkasa Pura I tengah membenahi ragam fasilitas pendukung Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado. Baik jangka pendek maupun jangka panjang.
General Manager Bandara Sam Ratulangi, Maslin Panggabean MM, mengakui tahun 2012 ini yang akan berubah di bandara adalah luasan parkir kendaraan, tahun 2010 miliki luas 10.945 m2 dan akan berubah menjadi 12.600 m2, dari segi lapangan juga sementara dikerjakan drainase di pinggiran landasan.
Ditambahkannya, pengadaan genset dan pengadaan mobil pemadam kebakaran dengan harga yang mencapai miliaran rupiah sudah akan ada di akhir Mei 2012.
"Memang selain perluasan parkir, pengadaan lainnya tidak berdampak langsung pada pengguna jasa bandara, dengan anggaran miliaran rupiah," ungkap Panggabean, Minggu (6/5/2012)
Untuk jangka panjang, dijelaskan Panggabean, bandara Sam Ratulangi miliki dua tahapan sampai tahapan batasnya. Namun untuk pertambahan sarana prasarana di bandara tentunya juga tidak menjamin banyaknya penumpang yang datang.
"Walaupun kita punya tahapan jangka panjang, tapi guna apa kita buat luas apron namun pesawat yang ada, masih juga ada yang kosong, buat apa juga perluas terminal jika sibuk hanya pagi dan malam hari sementara siang dan sore kosong," jelas Panggabean.
Menurutnya, bandara yang lengkap dan indah tidak menjamin banyaknya penumpang. Dicontohkannya bandar udara di Banjarmasin, yang dulunya dibawah bandara Sam Ratulangi dari segi penumpangnya kini bandara Sam Ratulangi tertinggal jauh.
"Peningkatan pertumbuhan penumpang di bandara Sam Ratulangi sejak 5 tahun terakhir, paling tinggi itu 10 persen. Beda jauh dengan bandara lainnya," ungkapnya
Menurutnya, banyak faktor yang menjadikan bandara padat pengunjung, misalkannya, di daerah lain mereka maju dengan daerah tambang, banyak orang atau penumpang pulang pergi dalam satu pekan dan akhir bulan menjadi meningkat.
"Kalau di Sulut memang lebih di tonjolkan pariwisata, kita lihat dulu pariwisata di Sulut sudah bagaimana?," ungkapnya
Dicontohkan Panggabean, seorang turis sebelum datang ke Manado membooking satu minggu kamar hotel, namun baru 4-5 hari turis sudah chek-out, yang berbeda dengan Bali, satu minggu booking hotel, namun menjadi 9-10 hari.
"Bandara yang besar, indah dan lengkap tidak menjamin banyak turis atau penumpang mampir ke Sulut, yang menentukan tetap situasi dan potensi daerah," tandas Panggabean.