Demo Buruh
AJI : Banyak Media Tolak Serikat Pekerja Jurnalis
Banyak perusahaan media menolak kehadiran Serikat Pekerja Jurnalis.
TRIBUNMANADO.CO.ID , JAKARTA - Menghadapi permasalahan rendahnya kesejahteraan terhadap jurnalis, para pekerja pers berusaha mengikatkan diri dalam organisasi pekeerja pers dengan membentuk serikat pekerja.
Koordinator Divisi Serikat Pekerja Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Agustinus Eko Rahardjo, kepada tribunamando.co.id, Selasa (1/5/2012), pada Hari Buruh Sedunia, mengatakan, fakta yang terjadi pekerja pers membentuk serikat pekerja banyak yang ditolak.
"Banyak perusahaan media menolak kehadiran Serikat Pekerja Jurnalis," tuturnya.
Perusahaan media katanya, beralasan Serikat Pekerja dapat mengacaukan operasional perusahaan. Padahal dengan adanya Serikat Pekerja hubungan industrial pekerja dan perushaan bisa lebih baik.
"Tersedianya mekanisme penyelesaikan sengketa kasus perburuhan yang menguntungkan kedua pihak," ungkap Agustinus.
Ia mengungkapkan, kasus yang terkahir jadi perhatian AJI adalah pemecatan sepihak puluhan jurnalis di berbagai daerah.
"Di Jakarta ada satu di nonjob, PHK 13 jurnalis, di Semarang 12 jurnalis, di Gorontalo satu yang di skorsing," ungkapnya.