Demo Buruh
AJI : Banyak Media Abal-abal Memeras
Tanpa memberi kejelasan status dan upah layak.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Nasib tidak kunjung membaik terjadi pada konrtibutor atau pun koresponden di berbagai kota. Saat ini sebagian besar perusahaan media yang mempekerjakan koresponden tanpa kontrak.
Eko Maryadi, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, menuturkan, banyak media mempekerjakan koresponden tanpa kontrak atau dengan kontrak jangka pendek.
"Tanpa memberi kejelasan status dan upah layak," ujarnya kepada tribunmanado.co.id, melalui press rilisnya, Selasa (1/5/2012).
Parahnya lagi tuturnya, seringkali kontrak dilakukan secara sepele, hanya mengambil kemudahannya saja tanpa melihat pertimbangan legalnya.
"Kontrak hanya berbentuk ucapan secara lisan antara pemberi dan penerima pekerjaan," ungkapnya.
Selain itu, tambahnya, banyak perusahaan media abal-abal membiarkan jurnalis menjadi pemeras dimana-mana. "Mereka itu hanya dengan berbekal kartu pers," tuturnya.
Dan katanya, untuk perusahaan media yang mapan secara industrinya, mempraktekan eksploitasi perburuhan dengan menabrak Undang-undang Tenaga Kerja.
"Tidak memenuhi standar upah layak dan kesejahteraan jurnalis, termasuk mengabaikan hak-hak dasar korespomden dan kontributor," ungkap eko.