Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tawuran

Dumoga Kembali Mencekam

Pihak pemerintah setempat langsung turun tangan untuk meredakan ketegangan.

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG - Ketegangan antara sekelompok warga Desa Wangga Baru dan Doloduo belum berakhir setelah perkelahian massal pada Minggu (29/4/2012) malam. Situasi antara dua desa tersebut kembali memanas Selasa (1/5/2012).

Camat Dumoga Barat Syafrudin Mashanafi mengatakan ketegangan tersebut terjadi setelah pihak keluarga Dedi Bonde (29), warga Doloduo emosi. Hal tersebut terjadi ketika melihat kondisi Dedi yang baru keluar dari Puskesma Mopuya.

Dedi merupakan satu di antara dua korban yang parah pada perkelahian massal Minggu malam lalu. Dia terkena sabetan parang di bagian kepalanya. Sementara korban lainya adalah Yadi Ginoga, warga Wangga Baru, yang terkena tombak di bahunya.

Namun ketegangan tersebut dapat kembali diredam. "Pihak pemerintah setempat langsung turun tangan untuk meredakan ketegangan. Masing-masing tokoh masyarakat juga memberikan imbauan," ujar Syafrudin.

Dia mengatakan, kondisi dua daerah tersebut pada Selasa sore sudah kondusif. Forum Komunikasi Kecamatan atau dulu lebih dikenal Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) masih berada di perbatasan kedua desa tersebut. Syafrudin mengaku, mereka terus berupaya mendamaikan para pihak yang bertikai.

Terpisah, Kepala Polres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno melalui Kabag Ops Kompol Iwan Manurung mengatakan, pihaknya masih menyiagakan personilnya di daerah tersebut. Dia pun mengakui adanya informasi ketegangan di daerah tersebut pada Selasa sore.

"Memang informasinya begitu (sempat menegang). Dan satu Unit Kecil Lengkap (UKL) yang berjumlah 35 personil dibantu oleh tiga polsek di wilayah Dumoga, tetap berjaga-jaga dilokasi kejadian," kata Iwan.

Diketahui, tawuran antar dua kelompok pemuda Desa Wangga Baru dan Doloduo berawal dari perselisihan di pesta perkawinan.  Dalam acara pesta muda-mudi tersebut ada pasangan suami-istri yang berkelahi.

Keterangan dari kepolisian, perkelahian tersebut disebabkan karena sang suami sudah mabuk akibat meneguk minuman keras yang sudah berlebihan. Sang suami memukuli sang istri, kemudian orang lain ikut campur. Dari situlah terjadilah keributan. Saling lempar batu antar dua kelompok, tak terelakan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved