Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Publik

Warga Protes Lumpur Tutup Kebun

Aktivitas panas bumi yang dikelola PT Pertamina Gheotermal Lahendong terus menuai protes.

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Aktivitas panas bumi yang dikelola PT Pertamina Gheotermal Lahendong terus menuai protes. Sebab, kegiatan yang dilakukan seperti pembukaan sumur baru, berdampak negatif terhadap warga sekitar.

“Masyarakat di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan mengeluh, sebab pengerukan tanah untuk pembuatan sumur baru, membuat air bercampur lumpur hingga menutupi lahan pertanian mereka,” kata Ferdinand Mono Turang, anggota DPRD Kota Tomohon, Minggu (29/4).

Akibat kejadian tersebut, menurut Turang banyak tanaman warga yang mati, diperparah dengan kekhawatiran tak adanya tanggul atau dinding pengaman untuk menahan longsoran tanah. “Saluran juga tak memadai untuk mengalirkan air yang bercampur lumpur tersebut,” jelasnya.

Ia berharap PT Pertamina Gheotermal mensikapi serius persoalan tersebut, sebagai bentuk tanggungjawab moral terhadap kelangsungan hidup masyarakat. "Saya minta Pertamina Gheotermal turun tangan dan serius untuk menyelesaikan persoalan ini. Kalau ingin membuka sumur baru, mestinya disosialisasikan dulu kepada masyarakat,” tukas Turang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved