Aktivitas Gunung Lokon
Kapolres Tomohon Minta Pejabat tak Matikan HP
Telinga dan mata boleh tertutup, tapi hand phone harus tetap aktif.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas meminta seluruh pejabat, yang terkait dalam penanganan bencana Gunung Lokon tetap siaga, dan tetap menghidupkan hand phone untuk memudahkan koordinasi, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.
“Telinga dan mata boleh tertutup, tapi hand phone harus tetap aktif. Hilang signal dan habis pulsa tak boleh dijadikan alasan,” ujar Tawas, saat rapat koordinasi penanggulangan bencana Gunung Lokon, Kamis (26/4/2012).
Tawas sendiri saat menyampaikan imbauan tersebut, baru saja mengetahui jika dirinya diangkat menjadi Komandan Siaga Darurat, berdasarkan surat keputusan Wali Kota Tomohon Jimmy Eman, setelah Gunung Lokon terakhir meletus, Selasa (24/2/2012) lalu sekitar pukul 11.20 Wita. “Saya sendiri sudah siap melaksanakan tugas ini, dan tak ada kerja yang berat jika dilakukan dengan iklas,” katanya.
Komando siaga darurat, menurut dia akan segera menyiapkan posko, serta sarana dan prasarana lainnya, untuk menanggulangi ancaman bahaya yang bisa muncul saat terjadi letusan lagi. “Personil Kepolisian sudah disiagakan jika kondisi memburuk, termasuk upaya evakuasi terhadap mereka yang sakit, cacat, anak-anak, dan mereka yang sudah lanjut usia,” tegas Tawas.
Ervinz Liuw, Asisten III Pemerintah Kota Tomohon menegaskan pihaknya akan menyiapkan dukungan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2012, untuk menjamin suksesnya penanganan ancaman bahaya Gunung Lokon. “Soal berapa jumlahnya, nanti disesuaikan dengan kebutuhan. Yang pasti aka nada dukungan dana,” ungkapnya.
Gungung Lokon sendiri, kata dia merupakan 1 dari 7 gunung di Indonesia yang dipantau intensif oleh pemerintah pusat, karena menunjukkan aktivitas yang membahayakan. “Yang ditakuti dari Gunung Lokon adalah turunnya awan panas jika meletus. Makanya terus dipantau bersama 7 gunung lainnya, termasuk Karangetang di Siau dan Merapi,” tutur Liuw.
aktivitas naik lagi
Sementara itu, dari Pos Pemantau dilaporkan, aktivitas Gunung Lokon kembali meningkat. Gempa vulkanik yang menandai adanya supply energi besar mulai terekam pada sesmograf, dimana hingga siang kemarin tercatat ada 4 kali gempa vulkanik dalam dan 24 kali gempa vulkanik dangkal. “Terjadi juga gempa tremor secara terus menerus dengan amplitude 0,5 hingga 6 milimeter,” jelas Yudi, Petugas Pos Pemantau Gunung Lokon.
Kondisi tersebut, menurutnya memungkinkan terjadinya letusan lagi, namun kapan waktunya tak diketahui pasti. “Potensi letusan selalu ada melihat meningkatnya aktivitas, tapi waktunya kapan, kita juga tidak tahu,” ujarnya.
Ia hanya meminta warga tetap waspada, dan tidak terpancing dengan isu-isu yang dapat menimbulkan kepanikan terkait aktivitas Gunung Lokon. “Tingkatkan kewaspadaan, dan jangan beraktivitas dalam radius bahaya 2,5 Km yang telah ditetapkan, akan membahayakan keselamatan,” tukasnya. (war)