Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Korupsi

Demokrat Pastikan Angie Penuhi Panggilan KPK

Insya Allah Angie akan memenuhi panggilan KPK

Editor:
zoom-inlihat foto Demokrat Pastikan Angie Penuhi Panggilan KPK
Tribunnews/FX ISMANTO
Angelina Sondakh
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Partai Demokrat memastikan bahwa kadernya, Angelina Sondakh alias Angie, akan memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus dugaan suap proyek wisma atlet SEA Games.

"Insya Allah Angie akan memenuhi panggilan KPK," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana melalui pesan singkat, Rabu (24/4/2012).

Sutan mengatakan, pihaknya mendorong agar seluruh kadernya yang terkena kasus hukum untuk mematuhi proses hukum. "Mudah-mudahan kasus ini lebih cepat selesai. Itu lebih baik untuk kita," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyebut Angie akan diperiksa sebagai tersangka hari Jumat nanti. Untuk hari ini, penyidik akan memeriksa empat saksi. Belum dipastikan apakah Angie akan langsung ditahan sesusai diperiksa.

Seperti diketahui, kasus Angie sempat mandek pascaditetapkan tersangka awal Februari lalu. Prosedur penetapan Angelina sebagai tersangka sempat digugat beberapa penyidik, yang dinilai melanggar ketentuan.

Pengumuman penetapan Angelina sebagai tersangka saat itu dilakukan oleh Ketua KPK Abraham Samad. Beberapa penyidik, yang menilai penetapan tersebut masih melanggar prosedur, kemudian mempertanyakannya kepada pimpinan KPK. Kisruh internal tersebut akhirnya berhasil diatasi KPK. (*)
Hebatnya, ahli bedah saraf itu menyimpulkan bahwa Steven tidak mengalami mati otak dan bahwa ia masih punya peluang tipis untuk pulih.

Para dokter kemudian setuju untuk membebaskan Steven dari induksi kimia buat komanya guna melihat apakah ia bisa bertahan hidup. Dua minggu kemudian, dia sadar.

Steven berkata, "Sangat mengkhawatirkan ketika berpikir bahwa lebih dari satu spesialis telah memvonis saya. Mudah-mudahan itu dapat membantu orang untuk melihat bahwa anda tidak boleh menyerah. Jika anda memiliki firasat tentang sesuatu, ikuti itu. Ayah saya percaya saya masih hidup dan dia benar."

Steven, yang punya tiga saudara perempuan, telah kehilangan fungsi lengan kirinya dan telah menjalani operasi rekonstruksi besar untuk wajahnya, termasuk membentuk kembali hidungnya dan rongga mata palsu pun dibuatkan. Meski menderita sejumlah luka, dia bilang bahwa dia menganggap bertahan hidup sebagai 'sebuah kesembuhan sepenuhnya".

Dia mengatakan, pengalaman itu masih 'terlalu menyakitkan' bagi orang tuanya untuk dibicarakan. John Thorpe, kepada Daily Mail, mengatakan, ia lebih suka 'membuat peristiwa itu jadi masa lalu'.

Dr Piper, yang berpraktek di Leicester, mengatakan, "Sebagai orang tua, saya ingin membantu bahkan jika hanya ada sedikit peluang. Saya berbicara kepada unit perawatan intensif dan mengatakan kepada mereka untuk tidak mematikan mesin penopang Steven karena kami membawa spesialis kami sendiri. Saya heran dengan hasilnya tapi orang-orang khawatir bahwa hal ini dapat terjadi lebih sering dari yang kita tahu.'

Seorang juru bicara University Hospitals Coventry and Warwickshire NHS Trust mengatakan, "Cedera pada otak Steven sangat kritis dan sejumlah CT scan di kepala menunjukkan kerusakan yang hampir tidak dapat diperbaiki. Sangat jarang bahwa seorang pasien dengan trauma otal luas seperti itu bisa bertahan hidup. Kami senang melihat Steven sembuh." (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved