Youngster
Terima Kasih RA Kartini
Sepak terjang RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita patut diapresiasi sampai saat ini.
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: Andrew_Pattymahu
Sepak terjang RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita patut diapresiasi sampai saat ini. Empat tamu youngster yang ditemui Tim Edisi Minggu Tribun Manado kali ini sama-sama bersepakat, ketokohan RA Kartini sudah memberikan perubahan berarti di Indonesia terutama dalam kesetaraan gender.
Menurut mereka kalau tidak ada beliau, perempuan di tanah air ini khusunya di Sulawesi Utara (Sulut) belum akan meberikan kontribusi berarti bagi pembangunan daerahnya. Nah selain RA Kartini, tamu youngster kita juga menyebut pejuang wanita asal nyiur melambai yakni Pingkan Matindas yang sudah rela memberikan harta dan nyawanya bagi perjuangan perempuan Sulut supaya tidak termajinalkan.
Seperti kata Pingkan Bangkang.Gadis cantik ini mengutarakan di Indonesia wanita sudah diperhitungkan oleh kaum pria, buktinya Presiden RI ke-5 adalah perempuan, yakni Megawati Soekarno Putri.
"Ini merupakan ciri demokrasi yang baik di negara yang terbentuk dari berbagai macam latar belakang dan periode itu membuktikan wanita mampu menjadi pemimpin," tambahnya.
Namun menurut pengamatannya masih ada juga wanita yang menjadi korban kaum pria, misalkan saja dalam kehidupan berumah tangga banyak ibu-ibu yang menjadi korban kekerasan. Ini yang menjadi tanda awas perjuangan RA Kartini dan Pingkan Matindas."Kalau mereka masih ada, mungkin edih melihat ada wanita yang diperlakukan tidak adil.
Lembaga negara yang mengurus tentang kekerasan harus tegas menghukum setiap pelaku," ucap Monica Mandagi, Jumat (20/4).
Selain masalah kekerasan, kasus yang serting terjadi yakni perdagangan perempuan yang sudah menjadi momok bagi pemerintah termasuk wanita. Apalagi di Sulut setiap tahun angka perdagangan waniota selalu meningkat.
"Pemerintah harus memberikan sosialisasi kepada wanita yang tinggal di pedesaan supaya tidak tergiur jika ada orang yang menawarkan gaji tinggi. Kebanyakan yang menjadi korban adalah mereka yang tinggal jauh dari perkotaan," kata Melisa Salibana, siswi di SMU Katolik Rex Mundi ini.
Pemerintah juga menurutnya harus memberikan hukum berat kepada pelaku yang melakukan perdagangan perempuan. Harus ada efek jera yang setimpal supaya mereka tidak lagi mengurangi perbuatan mereka.
Di satu sisi banyak sekali tokoh di Sulut yang menjadi inspirasi mereka dalam berkarya sebut saja Vanda Srundajang, Tetty Paruntu, Yulisa Baramuli, Tatong Bara, Telly Tjanggulunng, dan tokoh-tokoh wanita lainnya yang sudah membawa perubahan bagi nyiur melambai. Keteladanan mereka harus dicontohi semua generasi muda di Sulut.
"Saya senang melihat ada tokoh-tokoh Sulut yang bersinar di pentas nasional dari bidang politik, seni, keartisan, sampai pengusaha. Ini menjadi pelecut bagi kami untuk meneladani mereka," kata Michele Sengkey. (andrewapattymahu)