Daerah
Astaga Cuma di Minut Lemari Es Jadi Tempat Koran
Mungkin hanya di kantor DPRD Minahasa Utara (Minut), lemari es digunakan untuk menyimpan koran.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Mungkin hanya di kantor DPRD Minahasa Utara (Minut), lemari es digunakan untuk menyimpan koran.
Aneh, tapi itulah faktanya. Beberapa lembar koran tersusun rapi di rak kedua lemari es itu di ruang Komisi B, DPRD Minut. Entah disengaja atau tidak. Pasalnya, di ruang yang sama ada lemari yang fungsinya meletakkan dokumen.
Selain koran, remote air conditioner pun diletakkan di dalamnya, bersama bekas bungkusan makanan cepat saji.
Lemari es ukuran sedang itu pun terlihat masih baru, sayangnya sambungan kabel tak terhubung dengan kontak listrik. Tak perlu memang, karena tak ada makanan atau minuman yang harus didinginkan.
Kondisi itu pun kebetulan, terpantau juga oleh Mieke Nangka, Ketua Komisi C. Nangka pun tak habis pikir, lemari es bisa tak bermanfaat sebagaimana mestinya. Poin pentingnya, menurut Nangka bisa langsung dilihat dari nilai manfaat dari proyek pengadaan tersebut, "Mengapa dibuat pengadaan, kalau manfaatnya tak ada," ujarnya.
Tribun pun menelusuri ruangan lainnya di lantai 1, seperti ruangan Komisi A, C, Ruang Fraksi Golkar, Demokrat, PDIP-P, Tumatenden, dan Esa Genangku. dari delapan ruangan itu, 6 di antaranya bisa dimasuki. Lemari es menjadi satu di antara invetaris ruangan.
Kondisinya pun sama, dengan di ruangan Komisi B. Semua kulkas tak digunakan sebagaimana mestinya. Jangankan digunakan, beberapa di antaranya tak terhubung kontak listrik.
Hanya diruang, fraksi Demokrat, lemari es berfungsi, di dalamnya di letakkan beberapa air mineral gelas.
Menurut salah seorang karyawan DPRD, di lantai dua, letak ruangan Ketua DPRD, dan Wakil Ketua juga ada lemari es yang sama.
Menanggapi
hal itu, Calvin Castro, Ketua LSM Gempar Minut, mengatakan, meski
tergolong kecil, pengadaan inventaris sebaiknya diperhatikan azas
manfaatnya.
"Memang pengadaan lemari es, proyek yang mungkin kecil.
Tapi itu juga uang rakyat. Jangan jadi anggapan, pengadaan-pengadaan
proyek hanya supaya orang tertentu dapat untung dari situ," ujarnya.
Ia mengatakan, di luar kasus lemari es berisi koran, ada banyak proyek pengadaan lainnya, ke depannya pemerintah pun perlu mengkaji, proyek pengadaan yang prioritas. "Jangan seperti kejadian pengadaan ruangan Banggar DPR RI sampai miliaran rupiah," ungkapnya.
Piet Luntungan, Anggota DPRD Minut pun angkat bicara soal kondisi tersebut. Menurutnya, lemari es tak dipasang ke kontak listrik, karena instalasinya tak sanggup menahan beban. Hal itulah yang menjadi alasan lemari es tak digunakan sebagaimana mestinya. (ryo)