Kebakaran Rumah

Oma Johana Sempat Pingsan

Tangis Oma Johana pun tak tertahan, air matanya berlinang

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI -  Tubuh Oma Johana Tinggogoy (72) nampak lunglai, pandangan matanya kosong. Wanita renta uini duduk menopang tubuhnyaa yang tak berdaya. Ia baru saja lolos dari maut, saat jago merah melumat bangunan rumah tinggalnya di Perumahan CBA, Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara (Minut), Jumat (20/4) sekitar pukul 10:00 Wita.

Satu unit rumah pun tinggal puing. Beruntung, Oma Johana berhasil menyelamatkan diri bersama Fanny Wauran cucunya, bocah 3 tahun.

Tangis Oma Johana pun tak tertahan, air matanya berlinang, manakala menemui Ibu Tumelentow, keponakannya, sekaligus pemilik rumah itu. Sembari, memeluk keponakannya, Oma Johana menyesali musibah itu. "So tabakar kasiang itu rumah," ujarnya sesal.

Sang Ponakan pun nampak iba, ia tak menyalahkan Oma Johana, ia bersyukur Fanny dan Oma bisa selamat "Biar jo itu rumah, yang penting Oma deng Fanny selamat. Nanti beking ulang itu rumah," ujar Ibu Tumelentow.

Sebelumnya, sewaktu api masih berkobar, saking syoknya, menurut Syenny Kawengian,tetangga korban, Oma Johana sempat pingsan. Ia terpaksa menggotong, ke rumah seorang warga "Oma kasian histeris, berteriak-teriak. Pas api sudah besar, oma sempat pingsan, mungkin oma syok," sebut Kawengian.

Dari keterangan Oma Johana, Polisi menduga pemicu api akibat hubungan arus pendek. Dengan cepat api, melumat umah keluarga Wauran Tumelentow di blok O, nomor 16.

Peristiwa itu pun menimbulkan kepanikan warga.  Atas usaha warga bergotong-royong api pun berhasil dipadamkan.

Kepada Tribun, Oma Johana, mengungkapkan, saat kejadian ia hanya bersama Fanny. Sedangkan orangtua Fanny di tempat kerja. Sumber api, katanya berasal dari langit-langit rumah, tepatnya di kamar belakang. Ia sadar rumah telah diamuk api, ketika mencium bau hangus, disusul asap tebal. "Saya lagi kasih makan cucu, tiba-tiba cium bau hangus, pas diperiksa sudah penuh asap," ujarnya.

Johana, langsung menyelamatkan, sang cucu. Meninggalkan barang-barang berharganya. Harta satu-satunya yang bersisa, si kecil Fanny, dan pakaian di badan. (ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved