Bantuan Sosial
Baramuli Bantu Alat Penterjemah Bahasa Isyarat
Kecacatan bukan menjadi halangan untuk berprestasi
Penulis: |
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Cacat, tak selamanya membawa
penderitaan dan kesulitan bagi seseorang. Tapi, dalam kondisi seperti itulah,
seseorang bisa terus termotivasi dan berjuang untuk maju dalam menggapai masa
depan yang lebih cerah.
SEPERTI
itulah yang terlihat di Sekolah Luar Biasa (SLB) GMIM Damai ketika anggota DPD
RI Aryanti Baramuli Putri dan Ketua Yayasan Baramuli Profesor AN Baramuli
Kaunang melakukan kunjungan, Kamis (19/4). Puluhan anak cacat terlihat sangat
ceria, bahkan ada diantara mereka yang berhasil mengukir prestasi membanggakan
di tingkat nasional.
"Kecacatan
bukan menjadi halangan untuk berprestasi, seperti itulah motto dan motivasi
yang kami berikan bagi anak-anak (cacat) disini, agar mau belajar untuk
mengembangkan dirinya,” kata Giny Poli Ponamon, Kepsek SLB Luar Biasa, kemarin.
Menurutnya,
sejak berdiri 1973 silam, SLB GMIM Damai Tomohon, menjadi idola anak cacat
untuk menimba ilmu, kendati hanya dilengkapi 14 tenaga pengajar berstatus
pegawai negeri sipil (PNS) dan 3 honor. “Sekolah ini terbuka untuk umum, dari
semua suku dan agama. Kami bertahan karena ada keterpanggilan dengan
mengutamakan pelayanan kepada anak,” jelasnya.
“Awalnya memang saya bercita-cita ingin menjadi guru, tapi
tidak kesampaian. Pernah juga ada kerinduan untuk belajar bahasa isyarat, tapi
tidak kesampaian juga. Jadinya ke politik, adi yang bisa saya lakukan sekarang
adalah memperjuangkan kepentingan masyarakat di pusat,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Ibunda Aryanthy, Profesor AN Baramuli Kaunang (82). “Saya
bersyukur bisa berkunjung dan bertemu dengan anak-anak disini, karena memiliki
semangat untuk maju, kendati dalam kondisi yang tidak seperti anak-anak normal
lainnya,” tukasnya.