Bantuan Sosial
Ronny Senang Dapat Seng
Bantuan tersebut datang dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong. Sebanyak 315 lembar seng.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Ronny Pantouw (48), Kepala Jaga Satu Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat mengaku senang mendapat bantuan seng untuk memperbaiki rumahnya.
Bantuan tersebut datang dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong. Sebanyak 315 lembar seng diserahkan pada pemerintah desa, Selasa (17/4/2012). Semua bantuan seng ini akan dibagikan pada warga yang rumahnya rusak karena hantaman puting beliung akhir pekan lalu. Warga mendapat bantuan sesuai kebutuhan untuk memperbaiki atap rumah yang rusak.
"Saya senang bisa mendapat bantuan seperti ini. Saya sempat bingung bagaimana memperbaiki atap rumah saya karena saat ini sedang kesulitan keuangan. Kalau ada bantuan seperti ini rumah saya pasti bisa diperbaiki dan bisa ditinggali," ujarnya.
Rusli Pasaribu, Staf Ahli GM bidang CSR PT PGE Lahendong yang hadir saat pemberian bantuan tersebut mengatakkan, pihaknya terpanggil untuk memberikan bantuan pada masyarakat yang tertimpa bencana. Menurutnya, bantuan seng tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian PT PGE Lahendong pada masyarakat, khususnya yang bermukim disekitar lokasi kegiatan eksplorasi panas bumi yang sedang digarap oleh BUMN tersebut.
"Jangan dilihat dari besaran nominal yang kami berikan, namun bantuan ini diberikan secara tulus untuk membantu sesama. Kami ingin memberi arti bagi kehidupan masyarakat disekitar lokasi kegiatan PT PGE Lahendong," ujarnya didampingi Humas PT PGE Lahendong, Arie Turangan.
Camat Tompaso, Landy Aruperes mengatakan, selain PT PGE Lahendong, Pemkab Minahasa juga telah memberikan bantuan 350 kilogram beras dan terpal. Sedangkan Pemprov Sulut telah memberikan bantuan 20 lembar terpal.
"Beberapa pihak telah memberikan bantuan pada warga yang rumahnya rusak karena hantaman angin puting beliung. Saat ini masyarakat mulai bekerjasama memperbaiki rumah yang rusak," ujarnya.
Sebanyak delapan rumah rusak parah karena angin puting beliung yang terjadi Sabtu (14/4/2012). Selain itu, sembilan rumah juga dilaporkan mengalami rusak ringan. Kerusakan terjadi pada atap rumah, bahkan ada beberapa rumah yang tidak lagi memiliki atap karena telah tertiup angin. (luc)