Community
Bentuk Komunitas Perawat untuk Bantu Masyarakat
Ikatan perawat komunitas Indonesia ini, yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ada sebagian komunitas yang tujuannya hanya kesenangan semata. Biasanya mereka hanya menghabiskan waktu dengan berbagai kegiatan yang tidak bermanfaat.
Ini berbeda dengan komunitas yang satu ini. Ikatan perawat komunitas Indonesia ini, yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan.
Veybe Lumempouw, ketua umum komunitas perawat kesehatan ini, mengatakan, komunitas yang sudah berjalan 11 bulan ini, tentunya memberikan tujuan yang positif bagi masyarakat.
"Tujuan dibentuknya komunitas ini, yaitu untuk mengembangkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan meningkatkan kinerja perawat, " ujarnya
Veybe menjelaskan, banyak hal positif yang sudah dijalankan selama bergabung dalam komunitasnya.
"Kami sudah banyak mengadakan berbagai kegiatan seperti penyuluhan, pendidikan kepada mahasiswa perawat, seminar, pembagian makanan tambahan, serta memperingati hari Aids sedunia, dan yang baru dilaksanakan adalah kegiatan pemantapan program puskesmas di Ranomut, " ujarnya
Veybe mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh komunitas yang dipimpinnya ini, prosesnya berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Ini merupakan suatu bentuk pengabdian kepada masyarakat, dengan adanya komunitas ini, kami berharap dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat, apalagi kami juga sudah sering turun lapangan, ke rumah-rumah warga untuk mengontrol kesehatan mereka, " tuturnya
Veybe mengaku, yang menjadi anggota dalam komunitas ini adalah perawat dan mahasiswa keperawatan. Biasnya semua anggotanya berkumpul bersama.
"Pengurus dan anggota dalam komunitas ini adalah perawat puskesmas, dinas kesehatan dan rumah sakit serta mahasiswa keperawatan. Kami juga sering mengikuti rapat bersama untuk membahas program dan memunculkan ide-ide kreatif dalam membangun komunitas ini, " ujarnya
Veybe mangatakan, perawat yang ingin menjadi anggota komunitas ini memang tidak sulit, asalkan memiliki motivasi yang besar untuk mengabdi bagi masyarakat.
"Tidak semua perawat dapat bergabung dalam komunitas ini, hanya mereka yang memiliki komitmen untuk bersedia bekerja di lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan tentunya yang mau meberi diri sepenuhnya untuk pekerjaan ini, " ujar dia.
Veybe mengatakan, dalam waktu dekat ini, rencananya akan diadakan beberapa kegiatan pada tahun ini. " Agenda kami tahun ini adalah pelatihan perawat puskesmas tentang terapi modalitas keperawatan dan mencegah osteoporosis dengan berjalan bersama perawat komunitas, " ujarnya
Veybe menjelaskan, terlibat dalam komunitas perawat, karena ada banyak kendala yang dihadapai.
"Kami sering ditolak oleh masyarakat yang tidak menerima kedatangan kami, kendalanya juga pada saat turun lapangan, kita harus berjalan kerumah-rumah warga, untuk memantau kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka, " tambahnya. (jhp)