Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana Alam

Angin Puting Beliung Hantam Bangsal di Tomohon

Saat itu puluhan warga tersebut berkumpul untuk membantu keluarga mempersiapkan acara mingguan pasca ibadah pemakaman.

Penulis: |
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Sekitar 20 warga yang berkumpul di rumah duka keluarga Kolibu Pantouw di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat kocar kacir saat bangsal tempat mereka berteduh hancur dihantam angin puting beliung.

Ronny Pantouw (48) Kepala Jaga Satu menceritakan, saat itu puluhan warga tersebut berkumpul untuk membantu keluarga mempersiapkan acara mingguan pasca ibadah pemakaman. Saat sedang berkumpul, tiba-tiba hembusan angin kencang menerpa bangsal tersebut.

Dirinya menceritakan , sebagian besar warga langsung sadar hembusan angin tersebut bukan hembusan angin biasa. Beberapa pria langsung berteriak memerintahkan semua orang dalam bangsal yang terbuat dari besi itu untuk masuk kedalam rumah atau pergi ke rumah lain dekat lokasi tersebut. Saat warga mulai panik, bangsal tersebut mulai berguncang keras dan hembusan angin semakin kencang.

"Saat hembusan angin semakin kencang, banyak warga yang mulai panik. Beberapa orangtua langsung menyelamatkan anak-anak untuk dibawa kedalam rumah. Mungkin ada sekitar 15 anak-anak dalam bangsal," ujarnya.

Beruntung reaksi warga yang langsung mencari tempat perlindungan dilakukan tepat waktu. Beberapa detik setelah bangsal tersebut kosong, angin puting beliung menghantam dan menghancurkan separuh bangsal tersebut.

"Saat kami keluar, saya sempat melihat kebelakang beberapa bagian bangsal terangkat beberapa meter dan kembali terhempas ke tanah. Rangka bangsal yang terbuat dari besi bengkok dan beberapa bagian patah," ujarnya.

Ketegangan dikejar angin puting beliung tidak sampai disitu, karena beberapa warga yang berlindung di rumah keluarga Kolibu Pantouw yang berada disebelah kiri rumah duka masih harus merasakan ganasnya hembusan angin selendu tersebut. Ronny menceritakan, setelah menghancurkan bangsal di rumah duka, angin puting beliung itu bergerak ke rumah tempat mereka berlindung dan menghancurkan atap rumah tersebut.

"Saat kami berlari ke rumah keluarga Kolibu Pantouw, angin tetap bergerak kearah kami. Hanya beberapa detik, angin itu telah menghantam rumah dan menerbangkan setengah atap rumah," ujarnya.

Ronny menceritakan, beberapa saat setelah angin redah, dirinya kembali dikejutkan oleh berita dari warga lain yang mengatakan rumahnya juga terkena angin puting beliung. Pria tersebut langsung berlari ke rumahnya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah duka untuk melihat kondisi rumahnya.

"Belum tenang rasa panik yang saya alami saat dikejar angin puting beliung dirumah duka, saya kembali dikejutkan oleh berita kalau rumah saya juga terkena angin. Saya khawatir jika terjadi sesuatu pada isteri dan anak saya dirumah. Namun beruntung mereka tidak terluka walau sebagian besar atap rumah saya juga terbang tersapu angin," ujarnya. (luc)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved