Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana Alam

Hujan Sesaat, Air Genangi Jalan

Setiap kali hujan turun 1 hingga 2 jam saja, air sudah naik ke jalan sebab saluran drainase tak mampu lagi menampung air.

Penulis: |
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON— Paulus Sembel, Ketua Komisi A DPRD Kota Tomohon meminta Dinas Pekerjaan Umum segera membenahi sejumlah drainase seperti di wilayah Kelurahan Walian dan Matani. Sebab, buruknya drainase sering mengakibatkan meluapnya air ke jalan utama, kendati hujan turun hanya sesaat.

“Setiap kali hujan turun 1 hingga 2 jam saja, air sudah naik ke jalan sebab saluran drainase tak mampu lagi menampung air. Jadi, dinas terkait seperti Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, harus serius menyikapi meluapnya air disekitar kantor Kelurahan Walian dan jalan masuk stadion depan gereja GMIM Imanuel Walian,” ujar Sembel, Kamis (12/4/2012).

Meluapnya air tersebut, menurut Sembel menjadi masalah yang urgent, sebab sudah berulang kali terjadi. Apalagi dalam reses yang dilakukan DPRD, sering dikeluhkan masyarakat, begitu juga saat digelar Musrenbang.”Perencanaan pembangunan mestinya deidasarkan pada skala prioritas,” tegasnya.

Dinas Pekerjaan Umum dimintanya segera membenahi drainase, sedangkan Dinas Tata Ruang harus lebih selektif mengeluarkan izin mendirikan bangungan (IMB), jangan hanya mengejar provit, sementara fisibilitasnya tak memenuhi syarat.

“Meluapnya air di wilayah tersebut, akibat menyempitnya saluran pembuangan di jembatan yang membatasi Kelurahan Matani III dan Kelurahan Walian,” ungkap Sembel.


Meluapnya air menutupi empat ruas jalan seputaran stadion, depan Gereja GMIM Imanuel Walian, samping Cool Supermarket dan Kantor Kelurahan Walian.

“Jika masalah ini tidak bisa disikapi, maka saya selaku Ketua Komisi A DPRD Kota Tomohon menyatakan tidak menaruh rasa hormat kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang,” imbuhnya.


Terpisah, Enos Pontororing menjelaskan pihaknya terus mencari solusi untuk mencegah meluapnya air tersebut. “Kami terus mencari solusinya, tak pernah membiarkan begitu saja, sebab masalahnya sudah kompleks,” terangnya.

Hilangnya tutupan lahan dan berkurangnya daerah resapan air, akibat peralihan sawah menjadi pemukiman, menyebabkan air mudah meluap ketika curah hujan tinggi.

“Disitu memang air akan meluap jika curah hujan tinggi, sebab daerah resapan berkurang. Banyak sawah yang ditimbun, sehingga meski drainasenya sudah memadai, tetap tak mampu menampung air,” tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved