Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kenaikan BBM

HMI Manado Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa pun langsung mulai menggelar sejumlah spanduk dan poster yang telah mereka siapkan.

Tayang:
Penulis: |
Laporan Wartawan Tribun Manado Pengasihan Susanto Amisan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Aksi demonstrasi menolak rencana Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) terus berlangsung di sejumlah daerah, termasuk di Kota Manado Sulawesi Utara, yang digelar puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dipo Cabang Manado dan Cabang Tondano di sekitar patung Wolter Mongisidi dan Piere Tendean, Boulevard, Jumat (30/3/2012).

Setibanya di kompleks patung yang terletak di simpang tiga bahu Mall Manado, puluhan mahasiswa dari beberapa kampus di kota Manado dan Kota Tondano, langsung berkoordinasi dengan sejumlah anggota Intel Polresta Manado, Intel Polda Sulut dan Intel Korem 131 Santiago, karena tidak mengantongi surat tanda terima pemberitahuan (STTP).

Setelah diperkenankan oleh aparat, dengan catatan aksinya supaya berlangsung tertib dan tidak anarkhis. Mahasiswa pun langsung mulai menggelar sejumlah spanduk dan poster yang telah mereka siapkan.

Sambil menggelar sejumlah poster dan spanduk, para demonstran secara bergantian menyampaikan orasi politiknya, yang pada intinya secara tegas menolak kebijakan pemerintah yang berencana menaikan harga bbm. "HMI Manado dan Tondano dengan tegas menolak rencana kenaikan harga bbm," koar Risman, Ketua HMI Dipo Cabang Manado.

Aksi yang berlangsung sudah sore hari, di pinggir jalan Piere Tendean Boulevar Manado itu, sempat menyita perhatian sejumlah warga yang melintas di jalan tersebut. Beberapa pengendara bahkan ada yang melambatkan kendaraan hanya untuk membaca materi poster dan spanduk yang dipegang para demonstran.

Usai menggelar poster dan spanduk serta orasi politiknya, para demonstran membubarkan diri secara tertib. Kepada Tribun Manado, Risman mengatakan pihaknya berencana akan kembali turun ke jalan besok harinya, Sabtu, 31/3/2012.

Tuntutan mereka tetap pada komitmen awal untuk menolak kenaikan harga bbm, karena dampaknya akan menyengsarakan rakyat. "Rencananya besok akan turun lagi dengan jumlah yang lebih banyak," tandasnya. (tos)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved