Kenaikan BBM
Tolak BBM, Empat Mahasiswa dari Manado Berangkat ke Jakarta
Ke empat mahasiswa tersebut pun bergabung dengan mahasiswa lainnya yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPR RI.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Empat orang mahasiswa yang terdiri dari
beberapa organisasi masing-masing GMNI, GMKI, HMI DIPO dan LMND Sulut
berjuang menolak kebijakan pemerintah yang akan menaikan harga Bahan
Bakar Minyak (BBM) di Jakarta.
Mereka berangkat bersama ketua DPRD Sulut, Pdt Meiva Salindeho dengan
menggunakan pesawat Batavia Air pada pukul 07.00 Wita dan tiba di
Jakarta pukul 10.00 Wib, Kamis (29/3/2012).
Mahasiswa tersebut masing-masing Clance Teddy Kumaat (sek GMNI Manado),
Erik Kawatu (Sek GMKI Manado), Risma Umar (ketua HMI DIPO Manado) dan
Teno (ketua LMND Sulut).
Empat orang mahasiswa ini dan Meiva, setibanya di Jakarta langsung menuju kantor DPR RI.
Mereka kemudian langsung menemui anggota legislatif perwakilan dari
Sulut masing-masing Edwin Kawilarang (anggota DPR RI), Olie Dodokambey
(wakil ketua Banggar DPR RI), Marhany Pua (anggota DPD RI) dan Paula
Singal (anggota Fraksi Demokrat).
"Kami tadi tiba di DPR RI jam 2 siang," ungkap sekertaris GMNI Manado, Clance Teddy Kumaat ketika dihubungi Tribun Manado.
Dengan anggota legislatif RI perwakilan Sulut mereka kemudian melakukan
diskusi mengenai kebijakan pemerintah yang akan menaikan harga BBM.
Pada pertemuan itu, mereka juga membawakan rekomendasi dari Sulut yang
menyebutkan alasan penolakan BBM. "Jelas masyarakat yang akan dirugikan.
Pada pertemuan ini kami dan anggota DPR RI Sulut sepakat menolak ,"
katanya.
Setelah pertemuan itu, ke empat mahasiswa tersebut pun bergabung dengan
mahasiswa lainnya yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor
DPR RI.
"Kami, masing-masing delgasi sudah pulang dari kantor DPR RI dan pergi
ke sekertariat pusat dan bertemu pengurus pusat untuk koordinasi langkah
selanjutnya. Kami juga besok akan mengawasi paripurna," katanya. (kev)