Perkebunan
Peremajaan Harus Pakai Kelapa Lokal
tanaman yang dijadikan untuk peremajaan dari jenis hibrida ternyata tidak cocok untuk ditanam di Sulawesi Utara
Penulis: |
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Peremajaan pohon kelapa yang saat ini terkendala karena dengan harga kopra yang beberapa waktu lalu sempat anjlok, sehingga perhatian petani terhadap tanaman tersebut berkurang, oleh karena itu harga kopra harus dijaga dengan baik oleh pemerintah. Demikianlah pendapat dari seorang Pengamat Pertanian
Prof Dr Ir J Pelealu MS.
Selain itu, peremajaan kelapa yang dilakukan beberapa tahun lalu kurang berhasil dengan baik, karena tanaman yang dijadikan untuk peremajaan dari jenis hibrida ternyata tidak cocok untuk ditanam di Sulawesi Utara (Sulut). Hal tersebut mungkin karena kurangnya pengkajian yang dilakukan.
Hal tersebut terlihat ketika ditanam oleh petani, kelapa hibrida tersebut mengalami busuk pucuk. Selain itu, kelapa tersebut juga rentan terhadap penyakit. Hal ini berbeda dengan jenis dalam (lokal) yang lebih tahan terhadap penyakit, terutama busuk pucuk.
Selain itu, tenaga penyuluh pertanian kelapa saat ini masih kurang. Sehingga teknologi pertanian untuk menanam kelapa masih kurang. Padahal hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan produksi kelapa di Sulut. Oleh karena itu perekrutan terhadap penyuluh pertanian harus dilakukan, terutama yang mempunyai menguasai tanaman kelapa.
Dengan demikian petani jadi mengetahui bagaimana meningkatkan produksi kopranya, sebab telah mengetahui teknologi yang tepat untuk mengelolanya.
Hal tersebut penting dilakukan, jangan sampai Sulut yang dikenal sebagai daerah penghasil kopra, lama kelamaan kalah dengan daerah lain yang saat ini telah fokus dalam meningkatkan produksi kopranya.
Terutama di kabupaten yang menjadi sentra kelapa seperti di Minahasa Tenggara, Minahasa, Minahasa Selatan dan beberapa daerah lainnya. Hal ini karena komoditas kopra bisa menjadi unggulan bagi Sulut. (erv)