Perkebunan
Hasil Kelapa Menurun Akibat Penyakit Busuk Pucuk
Data dari tahun 2009 produksi kelapa mencapai 52,270 ton, jumlah tersebut menurun pada 2010 menjadi 49,349 ton.
Penulis: Alpen_Martinus |
TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Produksi kelapa dan populasi pohon kelapa di Minahasa Selatan menurun setiap tahunnya.
Hal tersebut disebabkan oleh penebangan pohon kelapa yang sudah tidak produktif, tanpa disertai dengan peremajaan yang sepadan.
"Selain itu karena banyak terkena penyakit busuk pucuk," ujar Kepala dinas Perkebunan Minsel Imanuel Tapang melalui seorang Kabid Marthun Luther, Kamis (29/3/2012.
Data dari tahun 2009 produksi kelapa mencapai 52,270 ton, jumlah tersebut menurun pada 2010 menjadi 49,349 ton, dan tahun 2011 diperkirakan naik sedikit menjadi 51 ribu ton.
Ia
menambahkan, di Minsel kelapa diubah menjadi beberapa turunan."Umumnya
kopra, ada juga tepung kelapa, tempurung, dan minyak kelapa," jelas dia.
Sementara
itu, perusahaan pengelola kopra di Minahasa Selatan PT Cargill setiap
harinya membutuhkan ratusan ton kopra untuk diolah menjadi minyak
mentah."Kami butuhkan 500 ton kopra setiap harinya, untuk produksi
minyak mentah," jelas Lindung Samosir, Plant Manager PT Cargill
Indonesia Amurang.
Ia menambahkan, jumlah kopra yang dihasilkan oleh petani di Sulawesi Utara belum mampu memenuhi kebutuhan 500 ton per harinya."Hanya 70 persen yang mampu dipenuhi, kekurannya kami ambil dari Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Palu," kata dia.
Bahan minyak mentah yang dihasilkan tersebut kemudian diekspor ke beberapa negara yang membutuhkan."Kami kirim sesuai dengan permintaan," jelas dia.
Khusus untuk Minahasa Selatan, Cargill memberikan kepedulian terhadap petani untuk tetap mempertahankan produksi kelapa."Kami berikan bantuan bibit kelapa gratis kepada petani untuk peremajaan," tuturnya