Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kenaikan BBM

Dumais : Kenaikan BBM, Langkah SBY yang Tak Populis

Memang kebijakannya tidak populis. Pemerintah dilematis. Tapi ini akan menguntungkan presiden berikut.

Tayang:
Laporan Wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -Langkah kepemerintahan Presiden SBY-Budiono yang akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terpaksa dilakukan.

Demikian dikatakan Jhon Dumais, ketua komisi 1 DPRD Sulut yang juga politisi partai Demokrat pada dialog yang di gelar antara DPRD Sulut, Mahasiswa dan Warga.

"Memang kebijakannya tidak populis. Pemerintah dilematis. Tapi ini akan menguntungkan presiden berikut," katanya kepada tribunmando.co.id, Rabu (29/3/2012).

Hal ini pun langsung dibantah oleh sekertaris cabang GMNI Mando, Tendy Kumaat. "Tolong jangan sangkut pautkan dengan Pilpres. Kami disini datang karena menolak kenaikan BBM. Tidak ada hubungannya," tegasnya.

Kata dia, John dumais tidak menguasai data dalam penolakan kenaikan BBM. Pihaknya justru butuh langkah konkrit dalam realisasi sikap dari pada DPRD Sulut yang juga menolak kenaikan.

Pada dialog ini, Djafar Alkatiri, anggota DPRD Sulut dari PPP, juga angkat bicara. "Secara pribadi menolak tapi jika naik. Maka tentunya ada hal kemungkinan yang terjadi diluar aksi demo," ucapnya.

Dirinya juga meminta jika ada kenaikan, pihak kepolisian menjaga SPBU, agen dan pangkalan. "Saya minta ke pihak kepolisian jika saat naik ada agen, SPBU dan pangkalan tutup, polisi harus bongkar dan periksa karena ditakutkan ada permainan," ucapnya. (kev)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved