CPNS
ST Jadi Korban Penipuan Pengangkatan PNS
Dia berbicara meyakinkan saya kalau ada pengangkatan PNS melalui jalur tenaga honor.
Saat diwawancarai Tribun Manado, ST menceritakan, pekan lalu dirinya menerima telepon dari seorang pria yang mengaku bernama Irmansyah.
Pria yang mengaku sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Minahasa ini mengatakan bisa membantu ST diangkat menjadi PNS.
Dalam pembicaraan melalui telepon genggam itu, Irmansyah meyakinkan ST kalau saat ini Pemkab Minahasa akan melakukan pengangkatan guru honorer menjadi PNS.
"Dia berbicara meyakinkan saya kalau ada pengangkatan PNS melalui jalur tenaga honor. Namun dia meminta syarat yaitu uang sebesar Rp 15 juta untuk memuluskan rencana tersebut," ujarnya kepada tribunmando.co.id, Selasa (27/3/2012).
Merasa percaya pada perkataan tersebut, ST langsung menyampaikan informasi tersebut pada teman-teman guru honor lainnya. Dirinya bahkan mentransfer uang sebesar Rp 5,5 juta pada nomor rekening BRI atas nama Firmansyah pada Senin (26/3/2012).
Selain ST, guru honor lain yang juga termakan bujuk rayu tersebut adalah AW. Keduanya melakukan transfer uang dengan jumlah yang sama pada nomor rekening tersebut. Total uang yang dikirimkan mencapai Rp 11 juta.
"Setelah mentransfer uang tersebut, saya dan teman saya pergi ke kantor BKDD Minahasa untuk mencari tahu bagaimana proses pengangkatan PNS yang akan dilakukan. Namun staf di kantor BKDD Minahasa mengatakan tidak ada rencana pengangkatan PNS dari jalur honorer. Saya langsung sadar ternyata telah tertipu," ujarnya.
Kepala BKDD Minahasa, Joris Gumansing mengimbau masyarakat jangan mudah pecaya pada bujuk rayu siapapun yang mengatakan akan membantu meloloskan dalam pengangkatan PNS. Menurutnya, proses pengangkatan PNS tidak mengenal sistem bayar sebagai uang pelicin.
"Kami mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada bujuk rayu seperti itu. Banyak pihak yang menanfaatkan keinginan yang besar dari masyarakat untuk menjadi PNS dan menipu mereka," ujarnya. (luc)