GMIM
Since: WKI Sinode GMIM Harus Perhatikan Kesehatan Reproduksi
Ribuan pelayan khusus (pelsus) Wanita Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM tumpah ruah di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Wali Kota Bitung
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Ribuan pelayan khusus (pelsus) Wanita Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM tumpah ruah di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Wali Kota Bitung, Jumat (23/3/2012). Keberadaan WKI Sinode GMIM guna melaksanakan Konven pelayan Khusus WKI Sinode GMIM tahun 2012 mengambil sub Tema Menjadikan perempuan kristen sebagai Istri, ibu dan pelayanan yang berhikmat dan berkualitas untuk memberdayakan ekonomi keluarga dan jemaat sebagai bagian dari implementasi Iman diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh pdt DR Since Marentek Abram MTh.
Dalam pembacaan Alkitab yang diambil dalam Amsal 31:10-31 menurut Since merupakan kitab kebanggaan dari suami dan istri dalam rumah tangga. ''Pembacaan ini bukan untuk pujian diri sendiri dan ibu-ibu, tapi untuk merenungkan lebih dalam siapa wanita yang cakap seperti dalam kitab amsal ini," kata Since dalam Khotbanya kemarin.
Menurutnya, dalam bahasa Ibrani perempuan memiliki kepribadian yang tangguh sehingga seorang wanita mempunyai kemandirian. "Perempuan yang mandiri dan mempunyai kekuatan. Karena baik perempuan dan laki-laki diberi kemampuan yang sama oleh Tuhan," ujarnya. Untuk itulah ia berharap kepada seluruh pelayanan khusus yang ada agar menjaga kebersamaan dalam kehidupan berkeluarga, masyarakat, dan jemaat. "Harus ada kecakapan yang dilakukan secara bersama-sama," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut ia menyentil tentangw WKI Sinode GMIM yang harus takut akan Tuhan, dan penanganan masalah kesehatan yang perlu dilakukan oleh WKI Sinode GMIM dalam kehidupan bermasyarakat. "Dalam kegiatan ini harus didiuskusikan masalah kesehatan tertama masalah reproduksi, dan masalah kesehatan ibu-ibu lainnya karena ini sangat penting," tandasnya.
Ketua WKI Sinode GMIM Pnt dr Herlina Damongilala menjelaskan kegiatan Konven WKI Sinode GMIM merupakan rankaian kegiatan studi atau belajar sesuatu yang diikuti oleh seluruh pelayanan khusus (pelsus) se Sinode GMIM. " Kami berharap hasil dari pelaksanaan konven ini dapat diimplementasi, dan dilaksanakan oleh wanita menjadi pemimpin disetiap kelompok," kata Herlina. Menurutnya sebagai oragnisasi wanita yang bernaung di tingkat Sinode GMIM berharap adanya masukan dari pemerintah provinsi Sulut sebagai mitra. "Agar supaya ada tindakan konkret terhadap program WKI Sinode GMIM," kata istri Wakil Bupati Minahasa Tenggara ini.
Ketua Panitia Pelaksana Konven Pelayan Khusus (pelsus) WKI Sinode GMIM Telly Humiang Mualing mengaku terkesan dengan kehadiran para peserta konven yang mencapai ribuan orang. "Ini merupakan kebanggaan bagi kami sebagai panitia dan WKI Sinode GMIM dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan orang," tutur istri Sekdako Bitung ini.
Ia pun memberikan penghargaan setingginya kepada pemerintah provinsi Sulut dalam hal ini Gubernur Sulut melalui wakil gubernur Djouhari Kansil yang membukan kegiatan ini, serta komisi WKI Sinode GMIM, dan pantia pelaksana. "Dengan adanya dukungan dari semua pihak yang telah mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini. Juga kepada para pembicara yaitu Prof DR Joice Sondakh Tilaar, dan Peggy Mekel SH MA yang telah menjadi pembicara dalam kegiatan ini," tandas Telly. Kegiatan ini selain diikuti oleh seluru pelsus WKI Sinode GMIM juga dihadiri secara langsung oleh sejumlah pejabat pemprov Sulut, dan pejabat pemko Bitung.(crz)