Perkebunan
Apeksu Harapkan Bantuan Pemerintah
Kami mengharapkan bantuan pemerintah daerah,karena produksi untuk kopra putih juga menjadi tidak maksimal dan kehidupan petani kurang.
"Kami mengharapkan bantuan pemerintah daerah,karena produksi untuk kopra putih juga menjadi tidak maksimal dan kehidupan petani kurang," kata Umpel, pada sejumlah media di Hotel Sahid Telling, Kamis (22/32012), kemarin.
Umpel mengatakan, Sulut membutuhkan sekitar 500 tungku guna mengolah kopra putih. Untuk itu pemerintah diharapkan membantu pengadaan peralatan tersebut. Saat ini harga kopra asapan saat ini berkisar Rp600 ribu per kuintal, sehingga harga yang diterima petani tidak cukup membiayai semua pengeluaran rumah tangga.
"Itu menjadi cukup, karena sebagian besar petani Sulut hanya memiliki lahan sempit berkisar 0,5 hektare," ujarnya.
Menurut Umpel, Lahan perkebunan sebesar 0,5 hektare tersebut hanya mampu menghasilkan sekitar 200 kilogram(Kg) kopra asapan. Kemudian dipotong dengan biaya pengolahan 50 persen sehinggapendapatan bersih diterima petani hanya sekitar Rp600 ribu per bulan.
"Bila petani diarahkan mengolah kopra putih, dengan harga pasaran saat ini berkisar Rp1,25 juta, maka petani yang hanya memiliki areal 0,5 Ha dapat menerima pendapatan lebih sejuta setiap bulan," ucap Umpel.
Umpel menambahkan, satu-satunya cara yang paling mudah meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengoptimalkan produksi kopra putih. Kopra putih dua kali lebih mahal ketimbang kopra asapan, dengan biaya pengolahan lebih murah.