Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Citizen Journalisme

Pengembangan Kapasitas Tingkatkan Status Kesehatan Masyarakat.

Sebanyak 30-an peserta mengikuti Training of Trainers (ToT) Pengembangan kapasitas.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor:
zoom-inlihat foto Pengembangan Kapasitas Tingkatkan Status Kesehatan Masyarakat.
Ist
dr Enriko Rawung (kanan)
Penulis: dr Enriko Rawung (Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Sulut)

TRIBUNMANADO.CO.ID, YOGYAKARTA - Sebanyak 30-an peserta mengikuti Training of Trainers (ToT) Pengembangan Kapasitas Pimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Kota di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pelatihan (Pusdiklat) Aparatur Badan PPSDM Kesehatan bekerjasama dengan UGM. Pelatihan dibuka Kepala Pusdiklat  Aparatur Kementerian Kesehatan RI, Drs Sulistiono Msc, Minggu (18/3/2012).

Saya dipercaya menjadi pemateri kepada peserta yang terdiri dari para fasilitator, calon fasilitator, widyaiswara Bapelkes. Mereka ini nanti yang ditugaskan sebagai panitia Pelatihan Pengembangan Kapasitas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota se-Indonesia. Pengajar lainnya, Widyaiswara Kementrian Kesehatan, pejabat dan mantan pejabat yang menguasai materi pelatihan dan profesional terlatih dan berkompeten di bidangnya.

Metode pelatihan ini berupa ceramah tanya jawab, diskusi, penugasan, simulasi, dan demonstrasi. Pelatihan akan berlangsung selama 50 jam pelajaran (tiap jam pelajaran selama 45 menit). Semua metode dilakukan lewat pendekatan andragogy, metode pendekatan cara belajar orang dewasa yang mempertimbangkan karakteristik, pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam menjalankan tugas.

Peserta juga dirangsang dan dikondisikan akan adanya penciptaan suasana kesempatan belajar sambil berbuat (learning by doing) yang berorientasi kepada latar belakang peserta, kebutuhannya, harapannya dan tugas yang akan dilaksanakan setelah selesai mengikuti pelatihan, serta membina iklim yang demokratis dan dinamis termasuk cara memecahkan masalah.

Pesertaa ToT dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama ialah calon fasilitator dan kelompok kedua ialah administrator. Tim Fasilitator dipersiapkan untuk bisa mendampingi peserta pelatihan secara penuh dari tahap I dan III dengan metode e-learning (pembelajaran melalui website) maupun tahap II dan IV pada saat Tatap Muka.  Administrator dipersiapkan untuk membantu mengatur jalannya proses pembelajaran baik  melalui e-learning maupun pada saat tatap muka.

Sistem kesehatan di dunia saat ini berkembang semakin kompleks.  Terdapat  dinamika dalam hubungan antara peran pemerintah, pendanaan, kebijakan desentralisasi kesehatan, pengaruh sistem pasar dalam pelayanan kesehatan, berkembangnya teknologi kedokteran, meningkatnya penyakit-penyakit tidak menular dalam situasi penyakit menular yang masih tinggi, tuntutan masyarakat yang semakin besar,  pengaruh internasional, sampai ke reformasi kesehatan.
   
Perkembangan-perkembangan tersebut, tanpa pengelolaan yang baik dapat mempunyai dampak negatif terhadap status kesehatan masyarakat. Dalam era desentralisasi, Dinas Kesehatan merupakan lembaga strategis di daerah untuk menetapkan berbagai kebijakan kesehatan dan pelayanan kesehatan serta manajemen kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat.

Tujuan pelatihan calon pelatih ini ialah mempersiapkan tenaga fasilitator dan administrator pelatihan  yang mampu memfasilitasi dan melakukan pendampingan dalam Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas Pimpinan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kota.

Selesai mengikuti ToT, diharapkan peserta bisa menfasilitasi materi tentang Permenkes 971 Tahun 2009 Tentang Standar Kompetensi Pejabat Sruktural di Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, UPT/UPTD dan Puskesmas, Pusdiklat Aparatur Badan PPSDM Kesehatan, Kebijakan Kesehatan dan Reformasi Sistem Kesehatan, Desentralisasi Kesehatan, Pemerataan (equity) Kesehatan, Data epidemiologi untuk pengambilan keputusan, Jejaring/ kemitraan, melakukan pendampingan (coaching), mempraktikkan e-Learning berbasis website, dan melakukan tele-conferense. Peserta yang dinyatakan lulus ToT ini akan mendapatkan 1 angka kredit lewat sertifikat pelatihan dari Pusdiklat Aparatur Kemenkes.(*/ndo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved