Ekonomi

Awasi Jalur Distribusi

Jarak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada bulan Mei ini sangat berdekatan dengan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM)

Laporan Wartawan Tribun Manado Deffriatno Neke

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Jarak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada bulan Mei ini sangat berdekatan dengan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di bulan April besok. Hal ini tentunya akan menimbulkan inflasi yang tentunya memperparah perekonomian.

"Tindakan  ini telah mendongkrak laju inflasi pada bulan itu juga di mana inflasi nasional sebesar 0,05 persen dan Sulawesi Utara sebesar 0,6 persen serta diperkirakan  inflasi  akan berlanjut pada Maret hingga Juni nanti," kata Pengamat Ekonomi dan juga Chief Economis BNI Wilayah Manado, Agus Tony Poputra, pada Tribun Manado, Minggu (11/3).

Ia menambahkan, rencana menaikan harga BBM dan TDL disatu sisi baik untuk menjaga kredibilitas pemerintah, namun di sisi lain dapat memberikan dampak buruk berganda bagi perekonomian. Menurutnya kemungkinan inflasi yang cukup tinggi tahun ini, tidak hanya mempengaruhi sektor riil, tetapi juga sektor keuangan.

Di tempat yang berbeda, Dosen Ekonomi unsrat dan juga Pengamat Ekonomi Manado, Stanly Alexander, mengatakan pemerintah dalam menaikan BBM dan TDL yang jaraknya sangat berdekatan kemungkinan tidak bisa terhindar dari inflasi. Namun demikian, perekonomian secara tidak langsung akan mengikuti dan menyesuaikan dengan keadaan yang ada.

"Kenaikan TDL yang berdekatam dengan BBM, bagi kita kenaikan BBM atau TDL secarta bertahap harus dinaikan saja, memang tidak tehindar dari inflasi. Namun ekonomi akan menyesuaikan dengan keadaan kenaikan TDL dan BBM, termasuk gaji dan pendapatan," ujarnya.

Menurutnay kenaikan BBM dan TDL tentunya akan berdampak perekonomian termasuk investasi. Namun dalam menjaga supaya tidak terjadi inflasi yang berlebihan, pemerintah, baik pusat dan dan daerah haru mengawasi arus jalur distribusi barang.

"Jalur distribusi barang musti diawasi agar tidak menambah inflasi. Bila tidak, justru akan menjadi inflasi yang parah. Selain itu pemerintah harus tetap melakukan operasi pasar, sekarang pemerintah pusat dan daerah sama-sama mengawasi distribusi supaya tidak terjadi penimbunan," ucap Stanly.

Selain itu, infrastruktur musti dibenahi dalam menunjang fasilitas. Menurut Stanly pemerintah sudah tidak mampu lagi beban subsidi karena harga minyak dunia naik. Sehingga pemerintah pusat wajar menaikan BBM dan TDL atau kalau tidak pemerintah menambal kebocoran disana sini, sehingga uang yang ada, bisa digunakan kepada masyarakat.

Editor: Andrew_Pattymahu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved